21 September 2007
China Nickel Bangun Pabrik Baja

JAKARTA: China Nickel Resources Holdings Company Ltd, produsen baja China yang berbasis di Hong Kong, berencana membangun pabrik sebagai basis produksi pengolahan baja (steel making) dengan total investasi US$450 juta.

Pada tahap awal, pabrik baja berkapasitas 1 juta ton slab dan billet bahan baku baja canai panas (HRC/hot-rolled-coils) tersebut akan dimulai pembangunannya pada Desember 2007. Rencananya, pembangunan pabrik tersebut akan menempati kawasan pengembangan ekonomi terpadu (kapet) Batulicin, Tanah Bumbu, Kalsel.

Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari mengungkapkan setelah pembangunan pabrik pertama rampung, China Nickel secara bertahap akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan dari 1 juta ton menjadi 3 juta ton hingga 2010.

Perusahaan tersebut akan memanfaatkan potensi bijih besi yang berada di kawasan Tanah Bumbu sebagai sumber pasokan bahan baku. Selain bijih besi, China Nickel juga membutuhkan bahan baku tambahan untuk proses produksi berupa cooking coal (batu bara bahan pembuatan kokas) dalam jumlah cukup besar untuk mengolah slab dan billet.

"Cooking coal-nya masih diimpor. Mereka kemungkinan akan meminta fasilitas pembebasan bea masuk [BM] impor bahan baku. Kalau ini yang diminta maka pemerintah tak kesulitan memenuhinya karena BM baja untuk sektor hulu semuanya sudah 0%," kata Ansari seusai mendampingi Menperin Fahmi Idris bertemu dengan manajemen China Nickel.

Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, kata Ansari, China Nickel rencananya akan membangun unit-unit pembangkit listrik sendiri yang digunakan untuk menggerakkan sistem blast furnace dan memasok ke pabrik.

Menurut dia, sebagian besar hasil produksi slab dan billet akan dipasok ke pasar domestik a.l. dijual kepada PT Gunung Garuda dan sisanya diekspor. Kepastian pasok China Nickel sekarang telah mendapatkan kepastian pasok bijih besi dari perusahaan pertambangan setempat. "Nama perusahaannya adalah PT Yiwan Mining. Perusahaan ini sudah berkomitmen memasok berapa pun kebutuhan perusahaan baja China tersebut," kata Ansari.

Dalam pertemuan itu, manajemen China Nickel yang diwakili Chairperson &Chief Executive Officer Dong Shutong dan Managing Director International Business Albert Zhou, meminta dukungan Menperin dengan memberikan sejumlah insentif untuk kelancaran proyek.

"Hambatan secara prinsip tidak ada. Mereka hanya meminta kepastian dan dukungan pemerintah. Apalagi, Wapres Jusuf Kalla, Kepala BKPM, dari Gubernur Kalsel, secara prinsip juga sudah memberikan dukungannya atas rencana tersebut," katanya.

Terkait rencana ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Noor Riwandi menjelaskan pemprov akan menyiapkan lahan seluas 2.000 hektare di Kapet Batulicin untuk keperluan investasi tersebut.

Meskipun saat ini luas Kapet Batulicin hanya sekitar 500 hektare, dengan rencana investasi China Nickel tersebut, pemprov akan menambah luas lahan sekitar 1.500 hektare.

(Sumber: Bisnis Indonesia - 21 September 2007)

 Dilihat : 3212 kali