16 April 2008
KS Diminta Kaji Tawaran Mittal

JAKARTA (SINDO) - Menteri Negara (Meneg) BUMN Sofyan Djalil meminta direksi PT Krakatau Steel (KS) mengkaji lagi tawaran Arcelor Mittal. Pilihan melepas saham ke publik (initial public offering/IPO) dinilai belum tepat mengingat situasi pasar yang masih buruk.

Saya meminta Krakatau Steel melihat dulu proposal Mittal, tetapi terkait Mittal dan KS ini masih dibahas diDPR," ujar Sofyan di Jakarta kemarin.

Sofyan mengatakan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana upaya KS meningkatkan kapasitas produksinya. Mengenai pilihan IPO, Meneg pun mengatakan bahwa hal itu belum final karena pemerintah mengajukan dua opsi, yaitu kemitraan strategis dan IPO. "Nanti kita lihat mana yang paling menguntungkan dan paling bagus mencapai sasaran,"ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Faz war Bujang mengatakan, Kementerian Negara BUMN memang tidak menekankan mana pilihan yang harus ditempuh untuk program privatisasinya. Dari hasil pertemuan dengan Meneg BUMN, kata dia, KS mendapatkan arahan untuk melakukan evaluasi dan membuat kajian mengenai strategi mana yang cocok digunakan untuk menutupi kekurangan kebutuhan baja dalam negeri.

Namun, Fazwar menilai KS tetap lebih baik melakukan IPO ketimbang memilih kemitraan. "Dengan IPO kita yakin bisa lebih cepat merealisasikan proses (revitalisasi) kita. Untuk strategic sales itu, kila harus punya kesamaan visi dulu dengan calon investor dan kila butuh kecepatan," ujarnya. Terlepas dari itu, Fazwar menegaskan bahwa manajemen KS akan mengkaji terlebih dahulu tawaran Mittal.

Secara terpisah, ekonomdari Economy Industry and Trade Advisory Group Hendri Saparini mengtakan pemerintah perlu mengambil langkah tegas imtuk menghindari kisruh proses privatisasi KS. Pemerintah pun perlu memperjelas posisi KS, apakah termasuk perusahaan strategis atau tidak dalam menentukan langkah privatisasinya jika ketegasan itu sudah ditetapkan, barulah KS bisa didukung agar menjadi lebih efisien dalam hal pemilihan bahan baku dan manajemennya, ujar dia kemarin.Hendri mengatakan, kinerja KS saat ini memang masih buruk sehingga perlu di evaluasi. Namun, imbuh dia, perlu juga dikaji secara jelas apa tujuan produsen baja asal India Arcelor Mittal untuk masuk ke perusahaan tersebut.(ananto/agung kurniawan)

sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 13 

 Dilihat : 3384 kali