16 April 2008
Krakatau Steel Segera Strategic Sales - Upaya privatisasi KS dimaksudkan guna meningkatkan modal, teknologi, dan kapasitas produksi.

Jakarta Jurnal Nasional PRIVATISASI PT Krakatau Stei (KS) ditengarai melalui metode strategic sales terkait kondisi pasar saham dunia yang tidak menggembirakan.

Menteri Negara (Menneg) BUMN, Sofyan Djalil mengatakan, KS tak mungkin melakukan go public terkait kondisi saham saat ini. "Intinya KS hanya punya dua pilihan IPO dan strategic sales," katanya di Jakarta, Selasa (15/4). Pemerintah memang mengajukan dua opsi bagi privatisasi KS yang dibawa ke DPR yakni pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) dan strategic sales. Namun belum diputuskan metode yang tepat.

Privatisasi lewat IPO dinilai lebih cepat dalam perolehan dana dibandingkan strategic sales yang mengutamakan kesamaan visi antara manajemen dan mitra kerja.

Menurut dia, pemerintah tengah mengkaji metode privatisasi yang paling tepat bagi KS. "Nanti kami akan lihat lagi mana yang paling menguntungkan, dan paling bagus mencapai sasaran bagi KS," ujarnya

Perusahaan baja dunia, Arcelor Mittal menyatakan minat untuk membeli saham KS bila dilakukan IPO.

Sofyan mengatakan, kemungkinan masuknya investor asing masih dibahas di DPR. "Tapi kemudian ada pihak yang masuk yakni Mittal yang menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam proses ini," ujarnya.

Dia mengatakan, manajemen KS harus terlebih dulu mempelajari dan mengkaji secara detail proposal yang diajukan calon mitranya tersebut. Hal penting dalam privatisasi, yaitu peningkatan kapasitas produksi KS.

Anggota Komisi Xl DPR, Maruarar Sirait mendukung upaya privatisasi KS guna peningkatan modal, teknologi, dan kapasitas produksi. "Kami inginkan agar proses privatisasi dilakukan transparan dan dapat diakses publik," katanya kepada Jurnal Nasional.

Menurut dia, privatisasi lewat IPO cukup menguntungkan bagi KS, meski kondisi pasar saham sedang melemah. Pasar saham saat ini, tidak menjadi ukuran metode IPO lebih buruk dibandingkan strategic sales.

Privatisasi strategic sales, lanjutnya, harus secara terbuka mulai aspek mitra kerja dan visi dan misi usaha. Masyarakat menyoroti lembaga pemerintahan terkait tak adanya transpasaransi dan terungkapnya praktik suap pejabat.

Maruarar menekankan dua opsi privatisasi harus mempertimbangkan multiaspek bagi kebaikan KS.

Luther Kembarenluther@Jurnas.com

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 3 

 Dilihat : 2780 kali