15 April 2008
Karyawan PT KS Unjukrasa Tolak Diakuisisi Investor Asing

JAKARTA. BK Dipicu rencana perusahaan asing mengakuisisi PT Krakatau Steel (KS), ratusan karyawan PT KS Serang, Ban­ten, menyerbu kantor pusat KS di Jl Gatot Subroto, Jaksel, Senin (14/4). Mereka menolak rencana pemerintah 'menjual' kembali aset berharga ne­gara. Sebab jika hal itu dilakukan, habis sudah sisa kekayaan Indonesia yang masih dimiliki bangsa.

Pasalnya, sektor telekomunikasi sudah tergadaikan guna menutupi de­fisit APBN, sektor perbankan dan asu­ransi banyak dijual ke investor asing, dan properti mengalami nasib yang sama dan beberapa sektor bisnis lain ikut tergerus jadi milik perusahaan asing.

Sekitar pukul 12.00, karyawan KS yang datang menggunakan sekitar sembilan bus itu langsung memben­tangkan berbagai spanduk bertuliskan penolakan penjualan KS. Antara lain, Serikat Karyawan KS menolak Stra­tegic partner, Kami dukung IPO untuk lakukan privatisasi, Jangan Jual Murah PT KS.

Ketua Umum SKKS Budi Santoso kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/4) mengemukakan, rencana PT KS dijual ke investor asing merupakan kebijakan yang sangat aneh. Sebab kinerja keuangan perusahaan BUMN itu cukup bagus.

PT KS termasuk perusahaan kate­gori sehat. "Dari target perolehan keuntungan periode 2008 sebesar Rp1 triliun, hingga tiga bulan pertama tahun ini sudah meraih omzet sekitar Rp297 miliar. Karena itu. kami optimis hingga akhir 2008 target itu dapat tercapai," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, tidak ada alasan bagi pemerintah menjual aset yang sangat strategis tersebut. Jika PT KS dijual ke asing, pemerintah diyakini sulit membeli kembali. Sama seperti kasus Indosat yang telah dijual ke PT Temasek Singapura itu, sekarang sulit dikembalikan jadi milikk negara.

Berapa pun harga penawaran. Temasek pasti tidak akan melepas. "Kalau KS dijual ke asing, mau dikema­nakan lagi kekayaan bangsa sendiri yang berlimpah ini?" timpal Kadep Organisasi SKKS Hedi Mulyatna.

Sumber : JAKARTA. BK Dipicu rencana perusahaan asing mengakuisisi PT Krakatau Steel (KS), ratusan karyawan PT KS Serang, Ban­ten, menyerbu kantor pusat KS di Jl Gatot Subroto, Jaksel, Senin (14/4). Mereka menolak rencana pemerintah 'menjual' kembali aset berhaurga ne­gara. Sebab jika hal itu dilakukan, habis sudah sisa kekayaan Indonesia yang masih dimiliki bangsa.

Pasalnya, sektor telekomunikasi sudah tergadaikan guna menutupi de­fisit APBN, sektor perbankan dan asu­ransi banyak dijual ke investor asing, dan properti mengalami nasib yang sama dan beberapa sektor bisnis lain ikut tergerus jadi milik perusahaan asing.

Sekitar pukul 12.00, karyawan KS yang datang menggunakan sekitar sembilan bus itu langsung memben­tangkan berbagai spanduk bertuliskan penolakan penjuahn KS. Antara lain, Serikat Karyawan KS menolak Stra­tegic partner, Kami dukung IPO untuk lakukan privatisasi, Jangan Jual Murah PT KS.

Ketua Umum SKKS Budi Santoso kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/4) mengemukakan, rencana PT KS dijual ke investor asing merupakan kebijakan yang sangat aneh. Sebab kinerja keuangan perusahaan BUMN icu cukup bagus.

PT KS termasuk perusahaan kate­gori sehat. "Dari target perolehan keuntungan periode 2008 sebesar Rp1 triliun, hingga tiga bulan pertama tahun ini sudah meraih omzet sekitar Rp297 miliar. Karena itu. kmi optimis hingga akhir 2008 target itu dapat tercapai," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, tidak ada alasan bagi pemerintah menjual aset yang sangat strategis tersebut. Jika PT KS dijual ke asing, pemerintah diyakini sulit membeli kembali. Sama seperti kasus Indosat yang telah dijual ke PT Temasek Singapura itu, sekarang sulit dikembalikan jadi mihk negara.

Berapa pun harga penawaran. Temasek pasti tidak akan melepas. "Kalau KS dijual ke asing, mau dikema­nakan lagi kekayaan bangsa sendiri yang berlimpah ini?" timpal Kadep Organisasi SKKS Hedi Mulyatna.

Sumber : Berita Kota, Page : 4

 

 Dilihat : 2809 kali