15 April 2008
Pemerintah Izinkan Impor Tabung 12 Kg

JAKARTA (Ml): Pemerintah mengizinkan PT Pertamina (Persero) mengimpor tabung berukuran 12 kg untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi belakangan ini. "Pertamina diizinkan impor tabung 12 kg agar masyarakat tidak kesulitan," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, kemarin.

Menurut Purnomo, pihaknya sudah meminta Pertamina berkoordinasi dengan produsen tabung, PT Krakatau Steel dan PT Sucofindo, guna mempercepat pengadaannya. "Kami minta Pertamina percepat pengadaan," ujarnya.

Pasokan tabung elpiji berukuran 12 kg di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta mengalami kelangkaan akibat sebagian konsumen tabung 50 kg beralih ke 12 kg. Harga tabung meningkat hingga dua kali lipat akibat kelangkaan tersebut.

Peralihan tersebut dipicu kenaikan harga elpiji kemasan 50 kg sebesar 35,5% dari Rp5.852 per kg jadi Rp7.932 per kg sejak 7 Januari lalu.

Sementara itu, harga tabung 12 kg adalah Rp4.250 per kg. Meskipun Pertamina sejak 10 April lalu mendiskon harga elpiji 50 kg sebesar 15%, kelangkaan tetap terjadi. Pertamina juga mengantisipasi dengan menaikkan pasokan elpiji dan tabung 12 kg antara 10-20% dari kebutuhan normal.

Namun, upaya tersebut tidak juga mengatasi peningkatan tekanan permintaan elpiji tabung 12 kg. Konsumen tabung 50 kg adalah pelanggan komersial, seperti hotel, restoran, dan kafe, sedangkan konsumen tabung 12 kg adalah rumah tangga dan usaha kecil.

Purnomo menambahkan, kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah wilayah, lebih disebabkan teknis operasional. "Kelangkaan sekarang ini akibat teknis operasional. Sebab, stok masih cukup besar," ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak perlu panik sebab akan membuat kelangkaan menjadi semakin luas. Pumomo mengakui, masyarakat sempat panik.

"Mereka khawatir kartu kendali ini akan dilakukan secara cepat. Padahal, untuk program ini, sosialisasi akan dilakukan dulu," urainya. (Pia/E-2)

Sumber :  Media Indonesia, Page : 13

 

 Dilihat : 3555 kali