14 April 2008
Dominasi Krakatau Terkikis - Rencana AncelorMittal Bangun Industri Baja

GABUNGAN Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) menilai rencana Arcelor-Mittal berinvestasi di Indonesia bisa mengancam dominasi PT Krakatau Steel (KS). Tapi di sisi lain, hadirnya pesaing Krakatau Steel akan menguntungkan industri hilir "Semua bentuk investasi harus diterima dengan baik, karena itu akan menciptakan lapangan kerja," ujar Ketua Umum Gamma Ahmad Safiun kepada Indo Pos kemarin Menurut dia, segala bentuk kekhawatiran terhadap masuknya raksasa baja dari India itu tidak perlu diperdebatkan. Sebab, Indonesia telah memiliki Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang mengawasi perilaku usaha.

Safiun menjelaskan, rencana Mittal membangun industri baja di Indonesia bisa berdampak baik terhadap persaingan usaha di sektor baja nasional. Pasalnya, selama ini industri baja di Indonesia dikuasai Krakatau Steel. Hadirnya pesaing akan membuat KS lebih kompetitif dan efisien. Kalau ada persaingan antarprodusen, maka harga produk baja di dalam negeri akan cenderung lebih murah. "Selama ini, harga baja di dalam negeri cenderung mahal karena KS tidak bisa efisien," tambahnya.

Bertahun-tahun, KS memilih untuk mengolah slab (bijih besi yang sudah diolah) menjadi baja. Hal itu dilakukan untuk mengakali tingginya harga gas dan listrik. Itu sebabnya bea masuk (BM) slab selalu nol persen, karena ada kepentingan KS sebagai BUMN baja. "Kalaupun sekarang mau membuat pabrik di Kalimantan Selatan itu angan-angan saja. Sebab, mereka lebih enak impor 100 persen slab daripada olah bijih besi sendiri," cetusnya.

Di sisi lain. Arcelor-Mittal, berencana membangun industri baja dari hulu ke hilir, atau membuat pabrik pengolah bijih besi hingga memproduksi baja jadi. Hal itu. lanjut Safiun, akan bisa meningkatkan nilai tambah (added value) sumber daya alam Indonesia. Jika integrasi huluhilir yang dibangun Mittal terealisasi, maka dominasi Krakatau Steel di sektor industri baja bisa terancam. "Ya Krakatau Steel pasti menolak kehadiran Mittal karena takut tersaingi," tukasnya.

Dalam pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. CEO Arcelor-Mittal. Lakshmi Narayan Mittal, mengatakan, pertama, akan mengembangkan sendiri usaha pertambangan yang berkaitan dengan industri baja. Kedua, menjadi mitra strategis bagi PT Krakatau Steel (KS). Ketiga, Mitul akan mendirikan perusahaan patungan bersama Krakatau Steel.

Sumber : Indo Pos, Page : 19 

 

 Dilihat : 3874 kali