14 April 2008
KS Tolak Jadi Mitra Strategis

CILEGON-PT Krakatau Steel (KS) menanggapi sinis rencana investasi Arcelor-Mittal ke Indonesia Sebab. Mittal dinilai tidak punya misi memajukan industri baja nasional, tetapi hanya berniat menguasai pasar. Karena itu pula. KS menolak Mittal menjadi mitra strategis "Jangan kita tergoda karena mereka mengaku kelahiran Pasuruan (Jatim)." ujar Komisaris Utama KS Taufiequrachman Ruki dalam pesan lewat ponsel kepada Indo poskemarin (13/4).

Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengingatkan track record Mittal dalam industri baja di Indonesia. Itu dicontohkan pada perkembangan PT Ispal Indo di Sidoarjo. Meski telah berdiri lebih dari 30 tahun, produksinya hanya 300 ribu ton per tahun.

Meski pemerintah sangat berharap pada investasi asing, Ruki meminta pemerintah berhati hati dalam menyikapi proposal Mittal. Dia menduga pemerintah akan memilih opsi Mittal menjadi mitra strategis KS karena target jangka pendek yang harus dipenuhi. Selain itu, ada kemungkinan industri nasional akan tergantung pada produksi asing.

Ruki mengungkapkan return of investment (ROI) KS selama ini sekitar delapan persen. Tahun ini dia optimistis bisa mendekati 16 persen. Sementara itu equity KS sebesar Rp 5 triliun. BUMN itu hanya pernah rugi dua kali, yaitu pada 2001 dan 2006. Pada 2007 KS kembali untung. "KS, hingga Maret 2008, kas-nya mencapai Rp 1 triliun dengan keuntungan Rp 211 miliar. Target laba bersih tahun ini Rp 850 miliar," jelasnya.

Sama halnya dengan Ruki, Serikat Karyawan Krakatau Steel (SKKS) juga tak setuju dengan rencana kemitraan strategis dengan pabrik baja asal India itu. Ketua SKKS, Budi Santoso, usai menggelar rapat dengan pengurus SKKS, kemarin (13/4) menyatakan, tiga opsi yang ditawarkan pihak Arcelor Mittal merupakan strategi asing untuk menguasai industri baja nasional.

"Di Aljazair dan Nigeria, Mittal juga menawarkan hal seperti itu. Tapi selanjutnya mereka menguasai baja itu, mereka kehilangan aset karena Mittal menguasai sepenuhnya," tegas Budi.

Sumber : Indo Pos


 

 Dilihat : 2768 kali