14 April 2008
Berbahaya, Jadikan Arcelor Mittal Mitra Strategis KS

Jakarta-Pemerintah diperkirakan akan menjadikan Arcelor Mittal perusahaan baja terbesar dunia sebagai mitra strategis PT Krakatau Steel (KS). Ini merupakan pilihan untuk mempercepat masuknya investasi di Indonesia.

Anggota Komisi VII DPR Zulkieflimansyah mengatakan, untuk jangka pendek pemerintah membutuhkan investasi dalam jumlah sangat besar. Investasi yang berkualitas diharapkan mampu menopang Indonesia agar bisa menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan.

"Terkait adanya target-target jangka pendek yang harus segera dipenuhi, pemerintah tanpaknya lebih memilih opsi menjadikan Mittal sebagai mitra strategis KS," kata Zulkieflimansyah, Minggu (13/4).

Sebelumnya, Mittal menawarkan tiga opsi untuk berinvestasi di Indonesia. Pertama, membangun sendiri perusahaan baja di Indonesia; kedua menawarkan diri menjadi mitra strategis KS; dan ketiga membentuk perusahaan patungan dengan KS.

"Keinginan Mittal berinvestasi di Indonesia. Kita sambut gembira karena akan membantu memecahkan masalah kesulitan mengatasi  pengangguran dan kemiskinan.''

Akan tetapi, dia menilai opsi menjadikan Mittal sebagai mitra strategis untuk jangka panjang sangat berbahaya sebab terbuka kesempatan untuk asing menguasai KS yang merupakan jantung industrialisasi nasional.

Selain itu, selanjutnya, membuka kemungkinan ketergantungan pada asing dalam jangka waktu panjang. "Pemerintah perlu berhati-hati dalam membuat keputusan yang sangat strategis ini dan tidak mengorbankan kepentingan bangsa dalam jangka panjang," kata Zulkieflimansyah.

Dia berpendapat kinerja KS sekarang sangat baik. Menyerahkan sebagian kepemilikannya kepada asing akan mengorbankan pembelajaran dan kemampuan teknologi yang realitasnya sulit, bahkan tidak mungkin perusahaan asing bermitra dengan perusahaan lokal.

Selain menggandeng KS, Mittal juga akan menjalin kerja sama dengan PT Aneka Tambang untuk memasok bahan baku. Pemerintah belum memutuskan opsi yang akan dipilih terhadap tawaran mittal. Menneg BUMN segera memanggil manajemen KS dan ANTAM untuk berunding konfrensi.

Sumber : Sinar Harapan, Page : 14 

 Dilihat : 2861 kali