13 April 2008
Sempat Tersandung Skandal Politik

Pada2002 Lakshmi terlibat skandal politik yang dikenal sebagdi Gartwge gate dengan mantan Perdana Menten Inggris Raya Tony Blair Ketika itu sumbangan Mittal Steel kepada Partai Bumh sebesar 2 juta pounds atau sekitar Rp35 miliar dianggap sebagai langkah Mittal mendapatkan keuntungan dan PM Blair Terlepas dan tuduhan itu, tampaknya bisnis yang makin menggelembung memaksa Arcelor-Mittal perlu memiliki dukungan politik yang kuat Tuduhan itu bisa saja benar karena sebelum PM Blair berkuasa dia memang dekat dengannya Tuduhan itu setidaknya terbukti pada 2001 Waktu Itu PM Tony Blair menulis surat dukungan kepada perusahaannya, LNM (Mittal Steel sebelum berganti nama) dalam rencana membeli BUMN Baja Rumania, Sidex Surat itu dikirimkan Blair beberapa pekan setelah Lakshmi menyumbangkan Rp2,4 miliar kepada pemerintahan Partai Bunjh Surat dukungan itulah yang kemudian ramai diberitakan media sebagai skandal'cash fornffuence" Namun, risiko bisnis mirip ibarat pohon yang semakin tinggi makin banyak angin yang menerpa. Banyak yang kemudian merasa iri oleh keberhasilan Lakshmi Mittal di Eropa Namun, bagi orang-orang Asia ia adalah jagoan dari kasta Asia" dan simbol perjuangan dunia ketiga . Akhir manis proses akuisisi Arcelor merupakan bukti kemenangan Lakshmi di kancah Eropa yang tentu saja mengundang banyak iri dan dengki Seperti diberitakan berbagai media, proses akuisisi yang memakan waktu lama itu dipenuhi intrik, perang mulut, serta perlawanan CEO Arcelor, Guy Dolle Akuisisi ini memang menggoyang Eropa, tidak hanya kalangan produsen baja Eropa, tetapi juga masuk isu politisi yang panas Langkah paksa akusisi Mittal Steel misalnya dikatai Menteri Keuangan Pranos Thierry Breton Bahkan, Perdana Mentri Luksemburg Jean-Claude Juncker berpendapat langkah Mittal Steel pantas ditanggapi secara tidak bersahabat Namun, bagi negara-negara dunia ketiga, sukses Mittal mengakuisisi Arcelor sekaligus menandai mulai runtuhnya hegemoni dunia Barat. Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa India adalah macan ekonomi dunia meski masih di bawah China. Selebihnya, kedatangan mereka ke Indonesia tentu membuat BUMN Krakatau Steel meradang. Mereka tampak tidak nyaman dengan rencana Arcelor-Mittal" menguasai bisnis baja nasional" Artinya, apa yang pernah mereka alami di Eropa bisa saja terjadi di simni,Fakta yang terjadi. Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 4

 Dilihat : 3307 kali