19 September 2007
China Steel Siap Bangun Pabrik Baja di Kalsel

JAKARTA - Perusahaan baja asal Tiongkok, China Steel Resourses Moulding Company, siap membangun pabrik baja berskala internasional di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel). Peletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut direncanakan Oktober 2007.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Noor Riwandi menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menyambut positif rencana investasi perusahaan Tiongkok itu. "Kami akan mencadangkan,2.000 hektare lahan di kawasan pengembangan terpadu (Kapet) Batulicin untuk investasi tersebut," paparnya di Batulicin, Kalsel, Selasa (18/9), seperti dikutip Antara.

Dia mengakui, saat ini luas kawasan Kapet Batulicin hanya 500 hektar. Dengan rencana masuknya perusahaan baja dari Tiongkok itu, pemprov akan menambah luas lahan sekitar 1.500 hektare dalam Kapet Batulicin. Perubahan itu akan dimasukkan dalam revisi rancangan tata ruang wilayah Provinsi Kalsel (RTRWP). Sehingga, total luas Kapet Batulicin menjadi 2.000 hektar, dengan harapan penambahan kawasan tersebut akan mampu menampung berbagai ekspansi industri dari hulu hingga hilir.

"Rencana pembangunan pabrik baja oleh perusahaan Tiongkok itu merupakan hasil pembicaraan antara Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan telah disepakati peletakan batu pertamanya Oktober mendatang," katanya.

Namun, hingga kini Pemprov Kalsel belum mengetahui secara pasti berapa besar investasi yang akan ditanam pada pembangunan perusahaan baja tersebut. "Sampai saat ini belum ada pe nandatanganan nota kesepakatan atau MoU, sehingga kami belum mendapatkan gambaran berapa besar investasinya," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tanbu Zairullah Azhar menerangkan, saat ini wilayah Kapet Batulicin, banyak yang diserobot penduduk untuk perumahan maupun kegiatan lainnya.  Kondisi itu disebabkan kawasan tersebut sejak beberapa tahun terakhir terkesan ditelantarkan. "Kami mengharapkan Pemprov Kalsel segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengamankan kawasan tersebut," ucapnya.

Sedangkan rencana ekspansi perusahaan baja pelat merah, PT Krakatau Steel, di Kabupaten Kotabaru dipastikan molor dari rencana semula. Daenulhay, Dirut PT Krakatau Steel (KS), sebelumnya menerangkan, pembangunan pabrik pengolahan bijih besi terancam tertunda. Semula, proyek hasil kerja sama antara KS dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk senilai US$ 65 juta itu ditargetkan dimulai pada akhir 2007. Namun, proses pembangunan pabrik berkapasitas 300 ribu ton itu dipastikan akan dimulai Maret 2008.

(Sumber: Investor Daily Indonesia - 19 September 2007)

 Dilihat : 4830 kali