11 April 2008
Mittal Akan Akuisisi 40% Saham KS

JAKARTA-Raksasa baja dunia Arcellor Mittal berencana mengakuisisi 40% saham PT Krakatau Steel (Persero). Perusahaan itu mengajukan tiga persyaratan untuk melancarkan proses akuisisi, di antaranya membentuk joint venture dengan PT Krakatau Steel.

"Pemerintah setuju akuisisi sampai 40%. Dewan juga setuju pada kisaran 30-40%," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai bertemu Lakshmi Mittal, chairman & CEO Arcellor Mittal di Kantor Kepresidenan, Jakarta. Kamis (10/1)

Pada pertemuan itu. Kepala Negara didampingi Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi. Sementara itu. Lakshmi Mittal didampingi putranya. Aditya Mittal, yang menjabat sebagai chief financiai officer Arcellor Mittal.

Arcellor Mittal adalah produsen baja terbesar di dunia, yang produksinya sekitar 114 juta ton per tahun. Sedangkan, produksi PT Krakatau Steel sekitar 2,5 juta ton per tahun. Saat ini kebutuhan baja di dalam negeri sekitar 6 juta ton per tahun.

Pada kesempatan tersebut, Lakshmi juga mengajukan tiga keinginan Arcellor Mittal untuk mengembangkan sayap bisnis mining yang berkaitan dengan steel (baja) di dalam negeri.

"Usulan ini kami anggap logis sepanjang Mittal dapat mengembangkan teknologi ramah lingkungan. Apalagi teknologi yang digunakan di Krakatau Steel sudah ketinggalan," kata Fahmi.

Presiden, lanjut Fahmi, telah menginstruksikan Menko Perekonomian Boediono merumuskan secara detail mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan proses akuisisi itu. "Kemudian, kami akan membahas secara teknis akuisisi ini dengan PT Krakatau Steel dan tim Mittal yang ada di Indonesia," katanya.

Investasi USS 5 M Menurut Dirjen Industri Logam. Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian Anshari Bukhari, Arcellor Mittal berminat membangun pabrik baja terintegrasi berkapasitas 5 juta ton di Indonesia dengan investasi USS 5 miliar.

Arcellor Mittal. menghendaki pabrik baru yang, membutuhkan lahan 500 hektare itu dibangun di Pulau Jawa. Menurut perhitungan Arcellor Mittal. lebih baik membangun pabrik baja di Pulau Jawa untuk mendekati konsumen, dibanding mendirikan pabrik di Kalimantan untuk mendekati bahan baku.

Menanggapi permintaan tersebut. Anshari mengatakan. Menperin menawarkan kerja sama antara perusahaan baja terbesar di dunia itu dengan PT Krakatau Steel Arcellor Mittal juga tertarik membangun pabrik di Pulau Jawa mengingat pusat pertumbuhan ekonomi India terletak di daerah itu.

"Lokasi yang tepat untuk pabrik baja hanya di kawasan industri Cilegon,Tapi daerah itu sudah penuh dan tidak cukup luas untuk pabrik baja dengan skala 5 juta ton pertahun," tutur dia.

Investasi tersebut, lanjut Anshari, akan menyerap tenaga kerja hingga 5.000 orang. Pemerintah akan memberikan insentif untuk investasi baru berupa keringanan pajak penghasilan (PPh) sebesar 30 % yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2007.

Dia menjelaskan, saat ini total produksi baja nasional mencapai 4 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan baja lokal pada tahun lalu mencapai 6 juta ton. "Pasar baja nasional memang defisit sekitar 2 juta ton per tahun. Artinya, terbuka peluang untuk investasi baru," ucap dia.

Kaya dan Berpengaruh

Majalah Time asal Amerika Serikat memasukkan Lakshmi Mittal dalam kategori 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2007. Bahkan, dalam beberapa tahun lalu pria kelahiran 57 tahun silam itu langganan masuk daftar orang terkaya dalam berbagai versi. Tahun lalu, majalah Forbes menempatkan Mittal sebagai orang terkaya nomor lima dengan total 19,25 miliar poundsterling atau sekitar USS 38.5 miliar.

Mittal dinobatkan menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh karena sumbangsihnya di bisnis baja membuat perubahan besar terhadap dunia. Selain itu. sosok Mittal juga dianggap menjadi contoh yang patut ditiru oleh banyak kalangan, 'menjadi besar dan bawah'.

"Mittal sukses menerjang hambatan untuk mencapai tujuannya, yakni mewujudkan mimpinya menjadi raja baja dunia. Visinya yang besar memunculkan pemikiran pemikiran yang mengejutkan," demikian tulis Times beberapa waktu lalu. Selain itu, Mittal juga dikenal sebagai orang yang sangat dermawan dan murah hati.

Berbagai gelar dan penobatan diterima oleh sosok yang tetap bersahaja itu meski bergelimangan uang. Selain masuk daftar the Rich List MOT versi majalah Forbes. Mittal juga dinobatkan The Financiai Times sebagai Person of the Year 2006. Pada akhir April 2008. Mittal juga kembali dinobatkan sebagai orang terkaya di Inggris. Bagi miliuner kelahiran India yang sudah menjadi warga negara Inggris itu. penobatan ini bukan hal baru lagi.

Sepanjang tiga tahun berturut-turut, Mittal telah menjadi orang terkaya di Inggris atas peranannya sebagai presiden dewan direktur dan CEO Arcellor Mittal, produsen baja kelas rendah dan menengah terbesar di dunia yang memiliki aset di Rumania, Bosnia-Herzegovina, Afrika Selatan, Polandia, Republik Ceko, Indonesia, dan Kazakhstan.

Bernama lengkap Lakshmi Nivas Mittal. Raja Baja keturunan India ini lahir pada 15 Juni I960 di Sadulpur, distrik Churru, negara bagian Rajasthan. India. Kecewa dengan birokrasi sulit dalam membangun usaha di India, ia tiba di Indonesi  pada tahun 1976 dan mendirikan perusahaan baja bernama PT Ispatindo di Waru, Jawa Timur, la kemudian menjadi sukses dengan membeli pabrik-pabrik baja yang merugi dan mengubahnya menjadi pabrik pabrik yang berhasil.

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 1 

 

 Dilihat : 4111 kali