11 April 2008
Raja Baja Kunjungi Indonesia

 Jakarta | Jurnal Nasional Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (10/4) sore, di Kantor Kepresidenan Jakarta, menerima Chief Excecutive Officer (CEO) Archelor Mlttal, Lakshnil Mittal dan anaknya. Aditya Mittal, yang menjabat sebagai Chief Financial Officer. Kedatangan Raja Baja yang didampingi Kepala BKPM (Badan Kordinasi Penanaman Modal) M Luthfi itu untuk menyampaikan minatnya berinvestasi senilai USS 3 miliar dalam bentuk kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Tbk) dan PT Krakatau Steel (Persero).

Menurut M Luthfi, Presiden SBY gembira ketika mengetahui Arcellor Mlttal sudah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 1976 dengan bendera PT Ispat Indo Sidoarjo, Jawa Timur. "Saat Ini PT Ispat dipimpin Istrinya, altu Lakshmi Mittal, dengan total produksi 700 ribu ton/tahun, meningkat Jauh dari 8O ribu ton/tahun saat pertama kali berproduksi. Presiden Juga kagum dengan keberhasilan Arcellor Mlttal bisa menjadi perusahan baja terbesar di dunia," kata Lutfi kepada wartawan.

Ditambahkan, dalam pertemuan dengan Presiden, Lakshml Mittal secara serius menyampaikan  kebutuhannya untuk mengamankan pasokan bijih besi, nikel,dan mangaan dari Indonesia. "Arcellor Mittal akan bekerja sama dengan PT Aneka Tambang (Tbk) serta Krakatau Steel untuk meningkatkan kapasitas produksi Pt Ispat Indo," ujar Luthfi.

"Presiden Juga menyatakan bahwa kunjungan Lakshml Mittal dan Jajaran pimpinan Arcellor Mittal harus dimanfaatkan dengan Tidak hanya untuk menarik Investasi ke Indonesia, tapi juga untuk belajar dari keberhasilan Arcellor Mlttal yang saat Ini menguasai 10 persen dari pangsa pasar baja dunia untuk sektor otomotif, rumah tangga, dan Industri lalnnya," tambahnya.

Saat menerima tamunya. Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan pemerintah Indonesia mengajukan syarat agar tehnologi yang digunakan adalah energi ramah lingkungan.

Menurut dia, Presiden menanggapi keinginan Arcellor Mittal dengan positif dan meminta Menko Perekonomian Boediono untuk segera merumuskan detail dari sikap Indonesia.

Presiden Yudhoyono meminta agar kunjungan CEO Arcellor Mittal Lakshmi Mittal dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya untuk menarik Investasi namun Juga untuk belajar keberhasilannya menguasai 10 persen pangsa pasar baja dunia untuk sektor otomotif, rumah tangga, dan Industri.

Saat Ini total produksi baja nasional masih sedikit di bawah kebutuhan nasional. Hambatan utama yang dihadapi antara lain ketergantungan atas bahan baku dan teknologi impor, peningkatan biaya energi untuk produksi baja serta hambatan regulasi. Pengalaman PT Ispat Indo membuktikan bahwa kita sudah bisa memenuhi standar kualitas internasional,' katanya.

Keluarga Mlttal mulai mendirikan PT Ispat Indo di Sidoarjo, Jawa Timur pada 1976 yang merupakan investasi pertama Group Mittal di luar India.
Lakshil Mittal menurut majalah Forbes adalah orang terkaya nomor empat di dunia dengan nilai kekayaan USS45 miliar.

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 2

 

 Dilihat : 3893 kali