11 April 2008
Mittal Akan Investasi US$5 Miliar di Indonesia

[JAKARTA] Pengusaha baja terkaya berdarah India Laksmi Mittal tengah mencari lahan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Mittal berencana membangun pabrik baja dengan skala produksi tiga sampai lima juta ton, atau bernilai sekitar USS 5 miliar (sekitar Rp 45 triliun). Meski demikian, belum dapat dipastikan siapa yang akan digandeng Mittal untuk kerja sama itu Demikian dikatakan. Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian (Depperin) Anshari Bukhari, ditemui SP di gedung Depperin. Jakarta (10 A).

"Ketika mereka (staf Mittal) datang, mereka tanya-tanya ke menperin mengenai kebijakan pemerintah untuk pengembangan industri baja. Menperin mengatakan, kami ingin mendorong untuk dibangun yang di Kalimantan Selatan karena mempunyai potensi bahan baku, punya gas, dan punya batu bara. Tetapi, dia sendiri, melihat industri baja harus dekat dengan konsumen. Jadi, sebenarnya dia berkeinginan kemungkinan juga di Jawa," ujar Anshari.

Jawa Penuh Namun, Menperin, seperti dikatakan Anshari mengungkapkan. Pulau Jawa, khususnya Cilegon sudah penuh untuk dibangun pabrik berskala lima juta ton. Jika skala besar tiga sampai lima juta ton. dia katakan, tidak mungkin untuk dibangun di Cilegon mengingat wilayahnya sudah cukup padat Oleh karena itu, harus mencari lahan baru. Menperin, sambung Anshari, telah merekomendasikan, untuk dibangun pabrik baja di Pulau Kalimantan. Tetapi, Chief Executive Officer Arcelor Mittal tersebut berkeinginan kuat untuk merealisasikan rencananya di Pulau Jawa.

"Sementara ini. dia minta masukan dari kami, ada atau tidak lahan di daerah sekitar Jawa Tengah. Tetapi, kalau kami tetap menganjurkan ke Kalimantan Selatan. Meski demikian, bisnis ini kan terbuka, jadi tidak ada larangan untuk membangun di Pulau Jawa," tutur Anshari.

Saran lain dari menperin, kata Anshari, yakni keterlibatan langsung Mittal pada pabrik baja yang akan dibangunnya. Tetapi. Anshari menegaskan, seluruh keputusan bergantung pada perintah presiden. "Jika dia bilang di Pulau Jawa, ya kami siapkan, jika dia bilang Kalimantan Selatan juga akan kami siapkan. Semua bergantung perintah presiden nantinya."

Sementara itu, dari rilis yang diterima SP, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut, Mittal telah menyatakan berminat untuk menginvestasikan sedikitnya USS 3 miliar melalui kerja samanya dengan PT Aneka Tambang dan PT Krakatau Steel. [CNV/M-6]

Sumber : Suara Pembaruan, Page : 9 

 

 Dilihat : 2941 kali