31 Maret 2008
KBS Bangun Dermaga Batubara

CILEGON-PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) akan membangun dermaga bongkar muat batubara pada akhir 2008. Pembangunan dermaga tersebut bekerja sama dengan PT Cigading International Bulk Terminal (CIBT), perusahaan joint venture Malaysia dan Hong Kong.

"Dermaga tersebut akan dibangun di Teluk Citayur dengan kapasitas bongkar muat sekitar 5 juta ton per tahun untuk tahap pertama." kata Direktur Utama KBS Kuswanto Atmosum arto di Cilegon, pekan lalu.

Dia menjelaskan, dalam kerja sama tersebut. KBS hanya menyediakan dermaga, lahan, dan pengerukan dasar laut. "Untuk fasilitas bongkar muatnya dibangun CIBT," katanya.

Menurut dia, pembangunan dermaga tersebut ditujukan untuk menampung batubara dari Kalimantan dan Sumatra yang akan diekspor ke negara lain. "Selama ini, tidak ada kapal besar untuk ekspor yang dapat merapat saat bongkar muat batubara. Misalnya, di Kalimantan bongkar muat batubara dilakukan di pelabuhan floating yang ada di tengah laut," ujar dia.

Kondisi itu, kata dia, menimbulkan inefisiensi waktu dan kuantitas komoditas yang diangkut. "Kapal besar tersebut parkir di tengah laut dan menunggu kapal tongkang yang mengangkut batubara. Itu memakan waktu yang lama, bahkan sampai 20 hari," jelas dia.

Sementara itu, lanjut dia, dalam rencana pembangunan dermaga tersebut, KBS menyediakan gudang untuk menampung batubara yang dibawa kapal tongkang dari Kalimantan dan Sumatera. "Kapal yang membawa batubara untuk diekspor hanya perlu menunggu tiga hari untuk memuat barang," tuturnya.

Direktur Keuangan dan SDM KBS Iwandono menambahkan, proyek pembangunan dermaga tersebut tidak membutuhkan investasi dalam jumlah besar sehingga dapat segera direalisasikan. "Untuk membangun fasilitas bongkar muat, CIBT mengeluarkan dana investasi sebesar Rp 25 miliar. Sedangkan pembangunan dermaga, pengerukan, dan pembebasan lahan, KBS memerlukan investasi sebesar Rp 8 miliar," ujar dia.
Utilisasi 90%

Kuswanto mengatakan, kapasitas pelabuhan Cigading milik KBS sebanyak 10 juta ton/tahun. Pada 2007, utilisasi kapasitas pelabuhan tersebut mencapai 80%. Pada 2008, KBS menargetkan pemanfaatan kapasitas tersebut naik mencapai 90%.

"Pelabuhan ini merupakan pelabuhan khusus untuk membongkat muat bahan baku dan produk PT Krakatau Steel (KS). Namun, KS hanya memanfaatkan sekitar 45% dari kapasitas terpasang dermaga ini," kata dia.

Karena itu. lanjut dia, KBS menerima limpahan Pelindo 11 untuk membongkar muat barang umum. "Produk yang kami bongkar di sini selain pellet baja, antara lain gula kasar, gipsum, kedelai, jagung, bungkil, carbon black (bahan baku industri ban), dsn beras," jelasnya.

Sedangkan perusahaan yang menggunakan layanan KBS antara lain PT Inturworld, PT Cargill Indonesia, PT Teluk Intan. PT Charoen Phokpand, PT Jafpa Compped, PT Cabot, Bulog, dan PT Indah Kiat, (naf)

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 36 

 Dilihat : 3996 kali