29 Maret 2008
Privatisasi Garuda lewat IPO

JAKARTA (SINDO)Pemerintah memutuskan untuk tidak melepas saham PT Garuda Indonesia melalui penjualan ke investor strategis (strategic sales).

Penjualan saham Garuda dilakukan melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tahun depan. "Privatisasi Garuda tidak jadi melalui strategic sales karena kita akan IPO-kan Garuda," kata Meneg BUMN Sofyan Djalil di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini kondisi Garuda sudah cukup bagus lewat restrukturisasi utang utang perusahaanyang berjalan baik. Kondisi keuangan Garuda pun menurut dia juga cukup baik. Karena itu, pemerintah memilih melepas Garuda ke publik. Potensi keuntungan yang akan diterima negara menurut dia akan lebih besar jika Garuda dilepas melalui IPO. "Kondisi keuangannya lebih baik, kita harapkan tahun depan mereka bisa go public," imbuhnya.

Sofyan menuturkan besaran saham yang dilepas sekitar 20% hingga 40% jika ingin mendapat potongan pajak perusahaan publik. Dia menjelaskan, pelaksanaan IPO kemungkinan dilakukan tahun depan setelah keluar izin dari DPR.

Dalam dokumen Kementerian Negara BUMN yang diajukan kepada Komisi VI DPR, Garuda sebenarnya masuk program privatisasi 2007. Awalnya pemerintah mengajukan izin pelepasan saham Garuda maksimal 49% melalui penjualan kepada investor strategis. Namun, pembahasannya tak kunjung usai hingga saat ini, sampai Kementerian Negara BUMN berubah pendirian untuk melepas sebagian saham perusahaan penerbangan nasional itu melalui IPO.

Terkait restrukturisasi utang Garuda, Direktur Keuangan Garuda Eddy Purwanto mengatakan, fokus pertama perseroan tahun ini adalah penyelesaian restrukturisasi yang ditargetkan selesai bulan Juni. Saat ini Garuda memiliki total utang Garuda sekitar USD800 juta. "Jadi, semester pertama ini kita fokus dengan restrukturisasi utang," kata dia barubaru ini.Upaya restrukturisasi Garuda sudah mulai terlihat setelah adanya kesepakatan dengan kreditor terbesar Garuda, ECA.

Pada kesepakatan tersebut disetujui perpanjangan utang Garuda selama sembilan tahun hingga 2O17.Tahun ini Garuda memperkirakan mampu meraup laba sekitar Rp590 miliar, naik dibanding tahun lalu Rp239 miliar. Kenaikan itu ditunjang dengan pertumbuhan operasional sekitar Rp300 miliar dan tambahan penjualan gedung. Sementara pendapatan diperkirakan mencapai Rpl5 triliun, naik dibanding tahun lalu sekitar Rpl3 tribun.

Di luar Garuda, Kementerian Negara BUMN tahun ini telah mengajukan 34 BUMN untuk diprivatisasi kepada DPR. Rencananya, 12 BUMN akan diprivatisasi melalui IPO, 21 BUMN diprivatisasi melalui metode strategic sales, dan satu BUMN, yaitu Adhi Karya, diprivatisasi melalui pelepasan saham kedua (secondary offering).

BUMN yang dilepas melalui IPO adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IH, PTPN IV, dan PTPN VII. Ketiganya akan dilepas maksimal 40%. BUMN lainnya adalah PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bank Tabungan Negara (BTN),PT Krakatau Steel, PT Semen Baturaja, PT Waskita Karya, PT Sucofindo, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Rekayasa Industri.
(nunung ahniar)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 13 

 

 Dilihat : 3917 kali