27 Maret 2008
KontrakTabung Gas 3 Kg Mungkin Direvisi

MAKASSAR (SINDO)Direktur Jenderal Industri Logam, Tekstil, Mesin, dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari mengatakan, kontrak pengadaan bahan baku ba j a untuk tabung gas ukuran 3 kg antara produsen dengan PT Krakatau Steel kemungkinan direvisi terkait kenaikan harga bahan bakubaja.

"Dengan harga baja sekarang,otomatis harga untuk tabung juga pasti naik. Memang produsen tabung sudah menjalin kontrak dengan PT Krakatau Steel hingga Juni mendatang dengan harga (bahan baku baja) Rp8.100 per kg, tapi sekarang (harga) akan menyentuh Rp 10.000 per kg. Jadi, pasti akan ada pertemuan lagi," kata Ansari di Makassar kemarin.

Terkait lonjakan harga baja, ungkap Ansari, produsen baja nasional yang terikat kontrak dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) untuk program pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 10.000 MW juga tengah berupaya melakukan revisi kontrak, salah satunya PT Gunung Garuda. Salah satu produsen baja nasional itu terancam merugi terkait tendernya dengan PLN persero. Pasalnya, perusahaan telah terikat kontrak yang nilainya mengacu pada harga baja November 2007 sebesar USD730 per ton. Sementara harga baja saat ini telah menyentuh angka USD1.000 per ton. "Saat ini dia (Gunung Garuda) sudah kontrak dan dari PLN tidak mungkin akan membeli dengan harga baru," ujar Ansari.

Terpisah,.Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) A Safiun mengatakan, daya saing sektor industri pengecoran logam saat ini terus terpuruk. Bahkan, sedikitnya 220 perusahaan skala kecil telah menutup usahanya akibat faktor eksternal mahalnya harga bahan baku logam. "Sekarang konsumen lebih memprioritaskan kebutuhan pokoknya dari pada harus membeli kebutuhan sekundernya. Kalaupun ada, mereka akan mencari barang-barang selundupan,"katanya. (agung kurniawan)

Sumber: Harian Seputar Indonesia, Page : 20

 Dilihat : 2563 kali