28 Maret 2008
Krakatau Tirta pasok air bersih ke industri

CILEGON: PT Krakatau Tirta Industri (KTI), anak perusahaan PT Krakatau Steel, memasok 1.200 liter per detik air bersih untuk kebutuhan 80% dari 120 perusahaan dan domestik di Kota Cilegon, Banten.

Hadipurnomo, Dirut KTI, mengatakan kapasitas terpasang fasilitas pengolahan air bersih perusahaan itu sebanyak 2.000 liter per detik dan masih tersisa 800 liter per detik yang belum mampu diserap oleh pasar untuk wilayah Cilegon dan sekitarnya.
Menurut dia, pelanggan di Cilegon dan sekitarnya umumnya industri vital seperti untuk sumber energi listrik Pulau Jawa dan Bali, baja, serta industri kimia hulu yang sangat membutuhkan air bersih.

"Untuk menjual sisa kapasitas terpasang 800 liter per detik itu, kami menjajaki memasok air bersih kebutuhan kapal di luar Cilegon seperti Tanjung Priok dan untuk kebutuhan industri di Jabotabek," ujarnya kepada wartawan saat meninjau lokasi Cagar Alam Rawa Danau sebagai lokasi sumber air yang dilindungi masyarakat setempat, kemarin.Namun, lanjut Hadipurnomo, untuk memasok kebutuhan industri di Jabotabek dan Pelabuhan Tanjung Priok itu, KTI mengundang perusahaan pelayaran nasional untuk bekerja sama menyiapkan setidaknya tiga tanker besar untuk mengangkut air bersih dari Cilegon.

Dia mengatakan untuk industri di Cilegon perusahaannya menjual air besih seharga Rp5.400 per m2, sedangkan untuk domestik dijual dengan harga subsidi melalui PDAM (perusahaan daerah air minum) yakni Rp400 per m2,"Padahal biaya produksi pengelolaan air bersih di daerah ini sekitar Rp2.400 per m2, sehingga subsidi yang diberikan itu sangat besar dan mengurangi keuntungan yang diperoleh perseroan."
Kapasitas terpasang saat ini, katanya, diprediksi mampu diserap untuk industri di kawasan ini sampai dengan 2020.
Setelah itu, KTI harus memikirkan untuk menambah kapasitas terpasang sebab sekarang masih banyak sumber air dari DAS (daerah aliran sungai) Cidanau yang terbuang begitu saja ke laut, tanpa bisa dimanfaatkan untuk dikelola menjadi air bersih.

KTI mendapatkan air dari sumber Cagar Alam Rawa Danau dengan membayar uang jasa lingkungan sedikitnya Rpl75 juta per tahun kepada kelompok tani di Citaman dan Cibojong, sebagai penjual.Kelompok tani tersebut mengamankan lahan seluas 20.000 hektare dan melestarikan hutan di wilayah iui agar air tidak tercemar."Total per tahun, KTI mengucurkan sekitar Rp50 miliar untuk berbagai kepentingan, termasuk pembayaran royalti kepada PDAM dan pemda setempat. Jadi pendapatan yang diperoleh bisa dimanfaatkan oleh semua pihak di sini," papar Hadipurnomo.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : 5

 Dilihat : 3708 kali