28 Maret 2008
Lima Pabrik Tabung LPG Tak Berproduksi

JAKARTA. Seretnya pasokan baja canai panas alias hot rolled coils (HRC) sudah memakan korban. Lima perusahaan baru tabung Elpiji hingga kini belum mampu mengoperasikan pabrik yang baru selesai mereka bangun pada awal 2008 lalu.

Kelima perusahaan itu tak mendapat pasokan HRC jenis SG-295 dari PT Krakatau Steel (KS). Padahal, mereka membutuhkan HRC untuk keperluan produksi awal. Dua di antara lima perusahaan itu adalah PT Adyawinsa Staping Industries, di Tangerang, Banten, dan PT Lancar Jaya Energi di Karawang, Jawa Barat.

Kapasitas produksi kelima perusahaan itu mencapai 100.000 unit tabung per tahun. Tiap perusahaan butuh balian baku rata-rata 500 ton per tahun, atau total 2.500 ton.

Menurut Direktur Industri Logam Departemen Perindustrian (Depperin) I Putu Suryawirawan, lantaran tidak kunjung berproduksi, kelima perusahaan itupun tak bisa mengurus permohonan sertifikat produk pengguna tanda standar nasional Indonesia (SPIT SNI) wajib tabung ke Departemen Perindustrian.

Menurut Putu, pemerintah siap memediasi kesulitan hanan baku tersebut. Antara lain dengan mempertemukan mereka dengan perusahaan tabung pemenang tender PT Pertamina untuk keperluan program konversi energi dari minyak tanah ke gas. "Nanti kami bantu agar mereka dapat bahan baku dari produsen pemenang lender. Sebab bahan baku tabung itu adalah baja khusus," imbuh Putu.

Seorang staf purchasing PT Adyawinsa Staping Industries, Wiwik Irawati, mengakui perusahaannya hingga kini belum dapat pasokan bahan baku dari Krakatau Steel. Padahal, rencananya, pada tahap awal perusahaan itu akan memproduksi 50.000 unit tabung.

Sumber :  Harian Kontan, Page : 13 

 Dilihat : 2692 kali