26 Maret 2008
Produksi seng kuartal 1/2008 anjlok 50%

JAKARTA: Produksi seng baja pada kuartal 1/2008 hanya mencapai 50.000 ton atau anjlok 50% dibandingkan dengan kinerja pada periode sama tahun lalu sebanyak 100.000 ton.

Ketua Gabungan Pabrik Seng Indonesia (Gapsi) Agus Salim menjelaskan selain penurunan produksi, outstanding impor (impor resmi) komoditas tersebut untuk pengiriman JanuariMaret juga merosot drastis.

Bahkan dari 17 produsen anggota Gapsi, sebagian telah menghentikan produksinya sejak terjadinya lonjakan harga baja pada kuartal IV/2007
sampai hari ini.

"Hampir seluruh pabrik memproduksi kurang dari setengah dibandingkan dengan [periode] sebelumnya dan sebagian kecil lagi berhenti produksi. Produksi yang minim ini akibat harga bahan baku CRC yang tinggi sehingga mendongkrak hargajual, permintaan kini sudah berada di titik terendah yang berakibat pada pabrik tidak berani berproduksi," paparnya, kemarin.

Bahan baku seng baja berupa baja canai dingin (CRC/cold rolled coils) untuk pengiriman Maret, paparnya, telah menembus US$1,100 per ton, sementara produsen tidak berani nftmbeli dari PT Krakatau Steel Hngan alasan yang sama.

Lonjakan harga bahan baku itu secara langsung meningkatkan biaya produksi. Untuk mengolah CRC menjadi seng (finished product) produsen harus mengolahnya kembali menjadi lembaran berukuran 0,2 milimeter dengan biaya tambahan US$84 per ton.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T2 

 Dilihat : 2867 kali