25 Maret 2008
Pasar Baja Nasional Bakal Turun

JAKARTA PT Krakatau Steel mengkhawatirkan penyerapan baja dalam negeri yang turun, seiring dengan semakin tingginya harga komoditas tersebut. Sejak harga baja canai panas (hot rolled coal) menyentuh US$ 800 pada Januari, Krakatau mengurangi secara drastis pasar ekspor. "Kami belum tahu sampai level harga berapa pasar dalam negeri mampu menyerap," tutur Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Hakim Kamal kemarin.

Harga baja terus naik di pasar internasional dan diprediksi dalam waktu dekat bakal menembus US$ 1.000 per ton. Bahan baku baja, yakni iron ore atau bijih besi dan slab, terus mengalami kenaikan. Harga slab untuk pengiriman Mei sebesar US$ 950960 per ton dari harga sebelumnya US$ 765 per ton dan Januari sebesar US$ 500 per ton. "Dalam waktu dekat sekitar Juni ada kemungkinan tercapai harga US$ 1.000 per ton," ujarnya.

Harga iron ore untuk pengiriman dari Australia ke Cina, kata Irvan, mengalami kenaikan hingga 86 persen. "Asosiasi produsen Cina menahan kargo untuk menghindari terbentuknya harga baru dengan kenaikan sebesar itu," ujarnya. Pada Desember, produsen Rio Tinto menjual iron ore dengan harga US$ 190 per metrik ton. Perkembangan harga bahan baku yang tinggi inilah yang membuat Krakatau lebih berhati-hati memutuskan pembelian. Stok bahan baku untuk Juli hingga Desember baru tersedia 70 persen dari kapasitas produksi. "Kami tetap targetkan kapasitas 100 persen, tapi sisa bahan baku 30 persen akan kami beli on the spot," tutur Irvan. Kebutuhan slab selama satu tahun sebanyak 2 juta ton, yang diproduksi di dalam negeri sebanyak 1,6 juta ton dan sisanya lewat impor. Menurut Irvan, kapasitas produksi selama Januari-Juni berada pada posisi 100 persen dari kapasitas terpasang. Dalam satu bulan, Krakatau memproduksi baja canai panas 170180 ribu ton.

Jika penjualan di dalam negeri turun, kata Irvan, perusahaan siap mengekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan Australia. "Selama ini kami ekspor ke sana, tapi saat ini kami mengurangi volume dan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri," ujarnya,
yuuawsti

Sumber : Koran Tempo, Page : B2 

 Dilihat : 3657 kali