11 September 2007
Lahai Coal incar pasar Korsel, Jepang dan India

Bisnis Indonesia JAKARTA: PT Lahai Coal, anak perusahaan dari BHP Billiton, menjajaki pasar produsen baja, terutama di Korea Selatan, Jepang dan India untuk memasarkan batu bara dari tambang yang berlokasi di Tambang Haju, Kalteng.

Presdir PT Lahai Coal Indra Diannanjaya mengatakan potensi pasar di tiga negara itu cukup besar terutama untuk komoditas coking coal (batu bara untuk pengolah baja) karena negara itu menjadi basis industri baja.

"Komoditas coking coal memang harus dilempar ke pasar ekspor. Sedangkan pasar dalam negeri sendiri belum banyak peminatnya. Krakatau Steel misalnya, mereka lebih banyak menggunakan gas dibandingkan batu bara," katanya belum lama ini.

Berkaitan dengan rencana itu, Lahai Coal siap membelanjakan modalnya sebesar US$66 juta untuk kegiatan konstruksi guna memulai pertambangan di area tambang Haju, Kalimantan Tengah.

Menurut Indra, pihaknya memproyeksikan kegiatan konstruksi tambang itu selesai akhir 2008 hingga awal 2009. Meski demikian, kegiatan konstruksi tidak akan bisa dilakukan sampai tuntas jika seluruh perizinan yang disyaratkan Dephut belum terpenuhi.

"Kami berupaya memenuhi persyaratan itu. Namun, kalau diizinkan kami bisa dapat dispensasi memulai kegiatan konstruksi pertambangan."

Area pertambangan Haju memiliki cadangan batu bara sebesar empat juta ton. Dari cadangan sebesar itu, 70% berjenis coking coal dan 30% jenis thermal coal. Perusahaan itu menargetkan bisa memproduksi batu bara sebesar satu juta ton per tahun.

"Memang, dalam empat tahun batu bara di area tersebut akan habis. Tapi sebagai tahap awal itu tidak masalah, karena kami selanjutnya akan memproduksi batu bara di area yang lain lewat perusahaan-perusahaan yang kami [BHP Billiton] miliki," jelasnya.

Sejauh ini, BHP Billiton memiliki tujuh perusahaan batu bara di Indonesia, yang salah satunya adalah Lahai Coal. Perusahaan-perusahaan yang dimaksud adalah PT Maruwai Coal, PT Kalteng Coal, PT Sumber Barto Coal, PT Pari Coal, PT Juloi Coal, PT Lahai Coal, serta PT Ratan Coal.

Menurut data Bisnis, Indonesia termasuk salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia. Dari total batu bara yang diekspor, Jepang merupakan negara yang paling banyak menyerap batu bara Indonesia.

Tahun lalu, negara itu mengimpor komoditas itu sebanyak 22,9 juta ton. Setelah itu diikuti Taiwan (17,1 juta ton), Korsel (10,9 juta ton), India (10,8 juta ton), Hong Kong (9,4 juta ton), Swiss (3,9 juta ton) dan Spanyol (4,2 juta ton).

Sumber : Bisnis Indonesia, 11 September 2007

 Dilihat : 5428 kali