15 Maret 2008
Terganjal Soal Lahan, Dua Produsen Pindah

JAKARTA. Dua produsen baja kakap, yakni China Nickel Resources Holdings Co. asal China dan perusahaan patungan (joint venture) PT Krakatau Steel (KS) dan PT Aneka Tambang Tbk, terpaksa hengkang dari kawasan pengembangan ekonomi terpadu (Kapet) Batulicin, Tanah Bambu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Gara-garanya, Pemerintah Provinsi (pemprov) Kalsel mengeluarkan kebijakan bahwa tanah milik pemprov di dalam Kapet hanya dipinjamkan selama lima tahun, dan baru bisa diperpanjang setelah ditinjau ulang.
"Kebijakan Pemprov itu membuat China Nickel ragu untuk membangun pabrik di Kapet. Sebab, tak ada kepastian setelah lima tahun itu. Sedang mereka butuh kepastian penggunaan lahan minimal 30 tahun," kata Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari, Jum'at (14/3). China Nickel pun tak mau mengambil resiko. Akhirnya, produsen baja asal China tersebut memutuskan membangun pabrik di luar Kapet. Perusahaan itu sedikitnya memerlukan lahan seluas 300 hektar. "Lahan yang mereka peroleh masih di wilayah Batulicin juga," ujar Ansari.

Di lokasi yang baru, China Nickel pun kemudian bulat membangun pabriknya. Di situ mereka akan memulai proyek pembangunan pabrik billet, bahan baku baja canai panas (HRC/hot-rolled-coils).

Proyek senilai US$ 220 juta itu sekarang memasuki tahap pemasangan tiang pancang yang rencananya akan dilakukan akhir April 2008. Kapasitas terpasang pabrik itu mencapai sejuta ton billet per tahun. Direktur Industri Logam Depperin I Putu Suryawirawan mengutarakan, China Nickel akan memproduksi billet dengan menggunakan teknologi blast furnace (mesin pelebur bijih besi).Ansari menambahkan, masalah serupa dengan China Nickel juga menimpa proyek perusahaan patungan (joint venture) KSAntam. Akibatnya, pendirian perusahaan juga molor yang seharusnya sudah dimulai April.

Sumber : Harian Kontan, Page : 13 

 

 Dilihat : 3352 kali