12 Maret 2008
Bea Masuk

Dongkrak Industri Otomotif JAKARTA (Ml): Meskipun secara makro negara kehilangan sekitar Rp400 miliar per tahun, kebijakan pembebasan bea masuk (BM) komponen otomotif dinilai efektif memicu pertumbuhan industri otomotif.

Oleh karena itu, Departemen Perindustrian (Depperin) mengusulkan agar kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2007 itu diperpanjang.

"PMK ini habis masa berlakunya pada 3 April 2008. Pembebasan BM ini juga atas permintaan dunia usaha karena kalau industri komponen nasional tetap ingin mempertahankan daya saing, pemerintah harus memberikan insentif seperti ini karena negaranegara lain sudah menetapkan insentif yang sama," tutur Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari, di Jakarta, kemarin.

Saat mengutip hasil studi PT Surveyor Indonesia yang diolah Indonesian Research and Strategic Analysis (IRSA), Ansari memaparkan kebijakan penghapusan BM komponen menjadi 0% telah mendongkrak pertumbuhan penjualan komponen otomotif, mobil, dan sepeda motor di dalam negeri, pada 2007.

Di tempat terpisah, Kadin Indo\ nesia mengharapkan kerja sama ' yang lebih erat dari investor Jepang dalam menggarap peluang investasi di sektor riil, khususnya di industri pengolahan, manufaktur, pertanian dan perkebunan,' maritim dan perikanan.

"Dengan upaya perbaikan yang ditempuh pemerintah melalui berbagai kebijakan, diharapkan akan makin banyak menarik investasi dari Jepang di berbagai sektor tersebut. Ini akan membantu kita untuk mengembangkan ketahanan pangan dan pembukaan lapangan kerja yang lebih banyak," kata Wakil Ketua Umum Kadin Rachmat Gobel, kemarin. Rachmat mengakui pemerintah SBY-Kalla telah berupaya keras untuk melakukan perbaikan iklim dunia usaha. (Zhi/E-2)

 

Sumber: Media Indonesia, Page : 13 

 Dilihat : 3131 kali