11 Maret 2008
Pedagang Ritel Baja Pun Ikut-ikutan Spekulasi

JAKARTA. Imbas pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) baja canai panas atawa hot rolled coils (HRC) oleh pemerintah terhadap lima negara, ternyata sudah terjadi. Diam-diam, pedagang baja ritel lokal memanfaatkan momentum pengenaan BMAD itu untuk berspekulasi agar meraup laba lebih banyak. Spekulasi terjadi karena pasokan HRC di dalam negeri sudah defisit.

Saat ini harga HRC di pasar dunia dan domestik tengah melambung cukup tinggi. Aksi spekulasi itu menyebabkan harga baja di tingkat pedagang pengecer jadi kian tak terkendali. Kini harga komoditas flat product seperti pelat baja atawa hot rolled plate (HRP) dan HRC diperdagangkan dengan harga Rp 10.700 per kilogram. Padahal, di awal tahun harganya masih Rp 9.500 per kg.

Para pedagang baja ritel di Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat, sebagai pusat kawasan distribusi baja HRC di Jakarta, misalnya, mengaku aksi spekulasi muncul karena sejak terbitnya BMAD, pasokan HRC jadi berkurang. "Pasar baja terguncang. Produsen, importir, distri

butor, dan pedagang di pasar lokal dalam kondisi panik," kata Syafei, seorang pedagang baja di Pangeran Jayakarta, kepada KONTAN, Senin (10/3).

Di tengah aksi spekulasi pedagang lokal itu, harga baja dunia masih terus bergejolak. Direktur Industri Logam Departemen Perindustrian, I Putu Suryawirawan mengatakan, hingga kini harga baja dunia terus melonjak tak terkendali.

Pemicunya, selain pengaruh harga minyak dunia, juga karena naiknya harga balian baku by ih besi (iron ore). Harga iron ore di pasar internasional dari posisi US$ 200 per ton pada Desember 2007 menjadi US$ 250 per ton.

Tingginya harga iron ore itu jelas memicu kenaikan harga HRC. Di Jepang, misalnya, harga HRC FOB (free on board) sudah mencapai US$ 850. Jika Indonesia mengimpor ditambah biaya pengiriman US$ 65 per ton, maka harga HRC mencapai US$ 910 per ton. Jelas, tingginya harga HRC impor itu secara otomatis menaikkan harga di pasar domestik.
Havid Vebri

Sumber : Harian Kontan, Page : 13 

 Dilihat : 3242 kali