10 Maret 2008
'BM 0% komponen agar diperpanjang'

JAKARTA: Departemen Perindustrian menyatakan kebijakan penghapusan BM komponen otomotif yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 34/PMK.011/ 2007 agar diperpanjang, karena terbukti memacu pertumbuhan penjualan komponen otomotif, sepeda motor, dan mobil tahun lalu.

Permenkeu tersebut akan berakhir masa berlakunya pada 3 April 2008 sejak tanggal ditetapkan.Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari mengatakan dampak positif dari pembebasan BM komponen otomotif tersebut telah dikaji dari hasil studi PT Surveyor Indonesia. Sejumlah produsen komponen otomotif, lanjutnya, yang tergabung dalam Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), juga meminta pemerintah memperpanjang pemberlakuan PMK tersebut untuk meningkatkan daya saing dan menjaga iklim berusaha di sektor komponen yang dinilai semakin kondusif.

"Secara makro, negara kehilangan sekitar Rp400 miliar per tahun dari penghapusan BM, tapi pemasukan dari PPN dan PPh meningkat triliunan karena laju pertumbuhan industri otomotif. Begitu hasil studi [Surveyor Indonesia] yang disampaikan kepada kami," paparnya akhir pekan lalu.

Pada tahun lalu, lanjutnya, ada sekitar 12 perusahaan komponen otomotif di antaranya industri baterai yang memanfaatkan fasilitas BM 0%, yang mendorong pertumbuhan penjualan sektor usaha sebesar 42%."Khusus untuk anggota GIAMM, diperkirakan terjadi pertumbuhan penjualan 20%," ujar Ansari sambil mengutip hasil studi Surveyor yang diolah oleh Indonesian Research and Strategic Analysis (IRSA).

Penghapusan BM komponen mampu meningkatkan penjualan komponen otomotif, mobil dan sepeda motor di dalam negeri. Penjualan komponen tahun lalu mencapai Rp49 triliun naik Rp8 triliun dibandingkan dengan penjualan 2006 yaitu Rp41 triliun.

Penjualan kendaraan roda empat juga ikut terdongkrak, dari 433.341 unit tahun lalu melonjak 36% dibandingkan dengan penjualan 2006 yaitu 318.000 unit. Apabila rerata hargajual per unit mobil mencapai Rp120 juta, total nilai penjualan mobil pada tahun lalu mencapai Rp52 triliun.

Penjualan sepeda motor juga meningkat 4,71 juta unit pada 2007 naik 5,4% dibandingkan dengan penjualan 2006 yaitu 4,47 juta unit. Apabila rerata hargajual per unit sepeda motor sebesar Rp 10 juta, nilai penjualan sepeda motor mencapai Rp44,7 triliun. "Kalau industri komponen nasional tetap ingin mempertahankan daya saing, pemerintah harus memberikan insentif," papar Ansari.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T1 

 Dilihat : 4452 kali