10 Maret 2008
Komponen Dihapus, Uang Negara Bertambah Rp 2,4 T

Penghapusan bea masuk (BM) terhadap komponen yang telah dilakukan sejak setahun lalu telah memberikan tambahan Rp 2,4 triliun terhadap pemasukan negara untuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh). Namun juga pemasukan negara berkurang Rp 400 miliar per tahun dari pendapatan BM.

Penghapusan BM komponen atau bahan baku industri auto parts tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK/.011/2007 yang akan habis masa berlakunya bulan Mei 2008. Demikian disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari, di gedung Depperin. "Ini kajian dari studi PT Surveyor Indonesia yang diolah oleh IRSA. Sementara Depperin melihat hal yang positif dari pembe
basan BM komponen dari 7,5% menjadi 0%, ini diusulkan diperpanjang setahun sejak berlaku Mei lalu," katanya.

Menurutnya, pemberian insentif yang telah diberikan kepada perusahaan komponen telah merangsang pertumbuhan industri komponen sehingga bisa menambah pemasukan negara dari pajak yang dibayar termasuk PPN dan PPh. Beberapa contoh komponen yang bebas bea masuk diantaranya komponen batere, baja canai dingin atau cold rolled coil (CRC) dengan ketebalan dibawah 0,2 mm untuk body mobil yang dimpor dari China, Korea, Jepang dan lain-lain.

"Kalau industri komponen nasional tetap mempertahankan daya saing, pemerintah harus memberikan insentif seperti ini. Negara-negara lain juga telah menetapkan insentif yang sama," harapnya.

Sumber : Forum Keadilan, Page : 81 

 

 Dilihat : 4514 kali