10 Maret 2008
Pemerintah Siapkan Safeguard Baja China

PEMERINTAH berjanji akan membalas kebijakan pemerintah China apabila mereka membuat kebijakan yang memproteksi bahari baku baja dengan mengenakan pungutan ekspor (PE) tinggi, namun memberi diskon pajak ekspor sebesar 5% di industri baja hilir. Sebab, kebijakan itu, membuat industri hilir baja dalam negeri Indonesia makin sempoyongan.

Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil Departemen Perindustrian, Ansari Bukhari mengatakan, tindakan balasan yang paling mungkin adalah safeguard alias pengamanan perdagangan, ("cara ini lebih hemat waktu karena tak perlu menginvestigasi seperti pada mekanisme pengenaan bea masuk antidumping (BMAD).

Pengenaan safeguard relatif mudah karena cukup mengandalkan laporan dan data-data bahwa industri dalam negeri mengalami masalah atau injuries (terluka) atas terbitnya kebijakan ("hina tersebut "Tapi harus ada laporan resmi dari asosiasi atau produsen baja hilir itu," pungkas Ansari.

Ketua Umum Ikatan Pabrik Paku Kawat Indonesia (Ippaki), Ario Setiantoro mengatakan, saat ini asosiasinya masih mengumpulkan data lonjakan impor paku dan kawat asal ('hina sejak terbitnya kebijakan yang mereka duga sebagai praktik dumping terselubung. "Anggota kami yang injuries sudah ada, yakni tutupnya 10 pabrik pada 2007 lalu. Pemicunya sama, lonjakan impor dari China," ujar Ario.

Menurut Ario, begitu pengumpulan data selesai, Ippaki akan mengajukan permohonan safeguard. Namun saat ini, lanjut Ario, ia masih menunggu realisasi harmonisasi tarif bea masuk paku dan kawat. "Kalau harmonisasi sudah terealisasi tapi masih ada lonjakan impor, maka kami segera minta safeguard," bebernya.

Sumber ; Harian Kontan, Page : 13 

 Dilihat : 3599 kali