11 September 2007
Latinusa Kaji Dua Opsi demi Ekspansi

JAKARTA. Anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) yang memproduksi pelat timah, PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa), akan melakukan ekspansi dengan menambah kapasitas produksi. Untuk itu, perusahaan akan melakukan perluasan pabrik dengan menambah mesin produksi baru dan optimalisasi kapasitas yang belum terpakai. Tahun lalu, total produksi Latinusa adalah sekitar 83.000 ton dari total kapasitas 130.000 ton.

"Opsi yang bakal ditempuh bisa berupa program penjualan saham atau initial public offering (IPO) atau bisa juga semacam strategic partner" kata Komisaris Utama Latinusa Ansari Bukhari, Senin.(10/9). Ansari bilang, hasil kajian tersebut nantinya akan dilaporkan ke induk perusahaannya Krakatau Steel dan diteruskan ke DPR melalui Menteri Negara BUMN. Yang jelas, menurut Ansari, dipastikan Latinusa batal melakukan membangun pabrik pelat timah baru (electrolytic tinning line, ETL) senilai US$ 100 juta. Padahal rencananya, pembangunan pabrik itu akan dimulai pada tahun 2008 mendatang.

"Mereka tidak jadi membangun pabrik karena keuangan perusahaan masih belum memadai dan ada pertimbangan efisiensi lain," ucap Ansari.
Ansari menambahkan, untuk membangun pabrik baru dibutuhkan dana besar dan lahan yang memadai. Sementara itu, lahan yang dimiliki Latinusa sangat terbatas. Alhasil, skenario yang dipilih adalah melakukan perluasan saja dengan nilai investasi jauh di bawah US$ 100 juta. "Pembatalan itu terungkap setelah Latinusa menyelesaikan tahap kajian awal terkait penambahan investasi baru," ujar Ansari, yang juga Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil Aneka Depperin.

Seperti diketahui, rencana ini mencuat setelah Presiden Komisaris Krakatau Steel Amir Sambodo menyatakan, Latinusa akan membangun pabrik ETL baru senilai US$ 100 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 130.000 ton tin plate menjadi 260.000 ton setahun pada 2008. Pembangunan ini membutuhkan modal Rp 425 miliar. Rencananya, dana itu akan didapat dari IPO 30% saham Latinusa senilai Rp 239,58 miliar.

Ansari mengutarakan, sudah sepatutnya Latinusa meningkatkan kapasitas produksi. Pasalnya, pasokan Latinusa masih belum mampu mengimbangi permintaan pelat timah. "Padahal Latinusa ini satu-satunya perusahaan yang memproduksi pelat timah," kata Ansari.

Pada 2006, kebutuhan pelat timah dalam negeri mencapai 166.000 ton, namun kapasitas Latinusa hanya mampu memasok sebanyak 90.000 ton saja.
(Havid Vebri)

Sumber : Harian Kontan, 11 September 2007

 Dilihat : 3459 kali