11 Maret 2008
Pemerintah Prioritaskan IPO PTPN III

JAKARTA-Komisi VI DPR mengungkapkan, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengusulkan agar proses penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dapat jf dilaksanakan pada semester I-2008.

"Namun, proses pembahasan baru mendengarkan penjelasan dan usulan privatisasi BUMN," kata anggota Komisi VI DPR Anwar Sanusi kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.
Anwar mengatakan, BUMN-BUMN yang diusulkan pemerintah untuk diprivatisasi pada semester I2008 adalah kategori kepemilikan saham di bawah 51% dan bergerak pada bidang infrastruktur,termasuk ptpn III.PTPN III menggeluti bisnis kebun kelapa sawit, karet dan, pengolahannya. Perusahaan ini memproduksi antara lain minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil (CPO), palm kernel, lateks pekat, dan resiprene 35. Tahun 2006, total penjualan mencapai sekitar Rp 2,65 triliun. Laba usaha tercatat Rp 461,31 miliar. Sedangkan laba bersih mencapai Rp 293,85 miliar.

Anggota Komisi VI Andi Salahudin membenarkan, pemerintah telah mengusulkan skenario pelaksanaan privatisasi 34 BUMN. Namun, pembahasan lebih rinci baru' dilakukan pada Senin (10/3) dengan mengundang perusahaan terkait.Dalam usulannya kepada Komisi VI DPR, pemerintah berharap, pelaksanaan privatisasi 34 BUMN dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada semester pertama dan kedua tahun ini. Satu di antara adalah Perkebunan Nusantara III.

Menneg BUMN Sofyan Djalil sebelumnya mengungkapkan, pemerintah akan memprivatisasi 10 BUMN melalui sistem IPO. Sebagian besar dana hasil privatisasi digunakan oleh perusahaan untuk pengembangan usaha. BUMN tersebut adalah PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) ffl, PTPN IV. dan PTPN VH, PT Waskita Karya, PT Sucofindo, RT Surveyor Indonesia, dan PT Bank Tabungan Negara serta PT Semen Baturaja. (shd)

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 11 

 Dilihat : 3044 kali