11 Maret 2008
Amien: Waspadai Peralihan Kepemilikan 44 BUMN

Medan, Pelita Bangsa Indonesia perlu mewaspadai terjadinyaperalihan status kepemilikan 44 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada pihak asing yang diduga dilakukan melalui "dealdeal" (kesepakatan-Red) tertentu.

"Sofyan Djalil selaku Menteri Negara BUMN harus segera diinterogasi karena diduga melakukan perbuatan yang merupakan kejahatan terhadap bangsa tersebut," kata mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais di Medan, Minggu (9/3) malam.

Menurut dia, saat ini ada upaya Sofyan Djalil selaku Menteri Negara BUMN untuk "menjual" 44 BUMN di antaranya Bank Nasional Indonesia (BNI) 46, Krakatau Steel, Garuda Indonesia, dan beberapa Perusahaan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) kepada pihak asing yang dianggap sebagai investor strategis. Penjualan 44 BUMN tersebut dilakukan dengan cara "banting harga" dan tidak melalui proses pelelangan di bursa saham.

Diduga ada kesepakatan tertentu yang dilakukan Sofyan Djalil dengan pihak asing tersebut sehingga seenaknya menjual aset , bangsa, kata Amien didampingi Ketua DPP PAN Mulfahri Harahap dan Wakil Sekjen DPP PAN Nasril Bahar. Amien juga menyatakan perbuatan tersebut sama jahatnya terhadap bangsa dengan penjualan PT Indosat kepada Singapura.

"Sofyan Djalil harus segera diperiksa sehubungan rencana penjualan 44 BUMN tersebut merupakan kejahatan terhadap bangsa karena me
nyebabkan pengelolaan banyak aset bangsa ini telah dialihkan ke pihak asing," katanya.

Broken Goverment Lebih lanjut Amien menyatakan pemerintahan SBY dinilai sebagai broken goverment (pemerintahan yang hancur-Red) karena banyak persoalan bangsa yang tidak mampu diatasi.

Menurut Amien, selama tiga tahun lebih pemerintahan SBY tidak mampu mengatasi persoalan pelik yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat.

Ia mencontohkan masih banyaknya antrean minyak tanah, seringnya terjadi pemadaman listrik, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak penegakan hukum yang "tebang pilih" dan makin gundulnya hutan di Indonesia.

Lebih riskan lagi kegundulan hutan itu danyak dilakukan melalui pembakaran sehingga Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor asap, katanya.

Meski demikian, tambah Amien, pemerintahan SBY harus diberi kesempatan sampai berakhirnya masa pemerintahan pada tahun 2009, setelah itu harus terjadi pergantian kepemimpinan nasional.

Jika pergantian kepemimpinan nasional itu tidak dilakukan kemungkinan besar kondisi bangsa Indonesia akan semakin hancur.

Bangsa Indonesia tidak akan punya kemampuan berkompetisi dan mandiri lagi. "Apalagi banyak aset bangsa Indonesia yang telah dialihkan kepada pihak asing," kata Amien.

Sumber : Pelita, Page : 1 

 Dilihat : 3565 kali