11 September 2007
Latinusa Batal Bangun Pabrik Pelat Timah

JAKARTA: PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) anak perusahaan PT Krakatau Steel yang memproduksi pelat timah batal mendirikan pabrik pelat timah senilai US$100 juta yang rencananya akan dimulai dibangun pada 2008. Pembatalan itu terpaksa dilakukan menyusul ketidakmampuan keuangan perusahaan untuk rhendukung proyek tersebut di samping pertimbangan efisiensi.

Padahal, Latinusa telah menyelesaikan kajian tahap awal atas rencana ekspansi itu. Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari mengatakan saat ini perseroan masih berfokus untuk melakukan penambahan kapasitas prpduksi, bukan pembangunan pabrik baru. "Jadi tidak mungkin Latinusa membangun pabrik baru karena dibutuhkan dana yang sangat besar. Sementara itu, lahan yang dimiliki Latinusa sangat terbatas sehingga skenario yang dipilih adalah melakukan perluasan saja dengan nilai investasi jauh di bawah US$100 juta," kata Ansari, kemarin.

Rencana pembangunan pabrik baru Latinusa muncul setelah Presiden Komisaris PT Krakatau Steel Amir Sambodo menyatakan perusahaan itu akan membangun pabrik pelat timah baru (electrolytic tinning Wne/ETL) dengan nilai investasi sekitar US$100 juta guna meningkatkan kapasitas produksidari 130.000 ton tinplate menjadi 260.000 ton per tahun pada 2008.
Dana untuk pembangunan ETL berkapasitas 130.000 ton per tahun tersebut a.l, disokong dari hasil IPO 30% saham Latinusa Rp 239,58 miliar. (Bisnis, 12 Maret). Pada tahun lalu, total produksi Latinusa tercatat sekitar 83.000 ton dari total kapasitas 130.000 ton.

Namun, ungkap Ansari, yang menjadi fokus kajian tahap awal Latinusa saat ini adalah program perluasan pabrik a.l. dengan penambahan mesin-mesin produksi baru dan optimalisasi kapasitas yang belum terpakai. Pada tahun lalu, total produksi Latinusa baru sekitar 83.000 ton dari total kapasitas 130.000 ton.

"Pada dasarnya semua ini baru masuk tahap studi prakelayakan atau semacam strategic partner, misalnya, mencari opsi-opsi seperti program penjualan saham atau IPO [initial public offering]. Tujuan kajian ini jelas untuk membiayai ekspansinya, bukan membuat perusahaan baru," tegas dia. Dalam kesempatan itu Ansari mengungkapkan sejak tahun lalu hingga semester 1/2007 mulai terjadi impor pelat timah besar-besaran di pasar domestik.

Sumber : Bisnis Indonesia, 11 September 2007

 Dilihat : 2231 kali