10 Maret 2008
BMAD Baja Ancam Bahan Baku

PENGENAAN bea masuk antidumping (BMAD) terhadap impor baja canai panas (hot rolled co/'/s/HRC) dari lima negara berpotensi menimbulkan defisit bahan baku. Pemerintah berjanji akan mengkaji kembali kebijakan BMAD tersebut setelah enam bulan ke depan.

"Pada program antidumping ini kan ada kesempatan early review untuk melihat seberapa jauh pengenaan instrumen itu tepat atau merugikan. Tapi kita terapkan saja dulu. Setelah tiga sampai enam bulan, kita akan lihat," tegas Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Keputusan yang ditetapkan pada 28 Februari lalu berisi pengenaan BMAD terhadap impor HRC dari China, India, Rusia, Taiwan, dan Thailand.

Saat ini, total kebutuhan baja dalam negeri sendiri sebesar 6 juta ton yang dipasok oleh BUMN nasional yakni PT Krakatau Steel (KS). Menurut Ansari, review kebijakan BMAD itu memungkinkan untuk dilakukan mengingat selama ini kebutuhan 2 juta ton baja nasional sebagian besar diimpor dari kelima negara tersebut.(Zhi/E-1)

Sumber : Media Indonesia, Page : 13 Forwarded by Fmans

 Dilihat : 2709 kali