10 Maret 2008
Baja Cina dan India Kena Bea Antidumping

JAKARTA Pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengenakan bea masuk antidumping baja asal Cina dan India. Tarif bea masuk nantinya akan ditetapkan sesuai dengan besarnya dumping baja dari dua negara yang bersangkutan.

"Dumping yang dikenakan ke masingmasing perusahaan tergantung besarnya dumping dari kedua negara itu," ujar Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi, ifsai rapat di Kantor Menko Perekonomian, akhir pekan lalu.

Menurut Anwar, pengenaan bea masuk antidumping baja ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan yang baru keluar "beberapa hari lalu. Penetapan bea masuk antidumping baja diterapkan karena adanya pengaduan dari PT Krakatau Steel. Pengaduan itu menyatakan ada beberapa negara yang melakukan dumping atau menjual lebih murah di negara tujuan dibandingkan negara asalnya.

Krakatau Steel mewakili industri dalam negeri telah mengajukan petisi antidumping kepada KADI. KADI lalu melakukan penyelidikan terhadap lima negara yang dituduh melakukan dumping. Mereka adalah, Cina, India, Federasi Rusia, Taiwan dan Thailand. Namun baru Cina dan India yang terbukti melakukan dumping. "Karenaitu, nanti hukumannya apa, tergantung dari KADI," kata Anwar.

Selain baja, produk lain juga dimungkinkan untuk dikenakan bea masuk antidumping. Tetapi, kata Anwar, produk lain tersebut akan ditetapkan setelah adanya pengaduan dari pengusaha dalam negeri yang dirugikan dengan masuknya produk dumping dari negara lain. Yang penting, menurut Anwar, jika dunia usaha menginginkan usulan dapat disampaikan ke Menteri Keuangan.

Anwar juga mengatakan, setelah adanya pengaduan dari pengusaha, KADI akan melakukan investigasi apakah pengaduannya diterima atau tidak. Setelah ditetapkan terbukti melakukan dumping, barulah Ditjen Bea dan Cukai menetapkan bea masuk antidumping untuk melindungi produk dalam negeri. Buna

Sumber : Republika, Page : 13 Forwarded by Fmans

 Dilihat : 3703 kali