07 Maret 2008
Depkeu Putuskan BMAD Baja

JAKARTA (SINDO)Lima perusahaan pengekspor baja canai panas (hot rolled coil/ HRC) terkena sanksi Bea Masuk Antidumping (BMAD).

Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, penerapan sanksi tersebut setelah menteri keuangan menerima masukan dari Komite Antidumping Indonesia (KADI) kepada perusahaan asal lima negara, yakni China, Rusia, Thailand, Taiwan, dan India. Menurut KADI, kelima perusahaan tersebut terbukti melakukan dumping pada 19 Desember 2007 lalu. "Ada pengaduan dari Krakatau Steel, diproses KADI dan sekarang sudah ada PMK-nya,"
kata dia di Jakarta kemarin.

Sementara penerapan BMAD untuk HRC asal China, Rusia, Thailand, Taiwan, dan India selama lima tahun masih menunggu keputusan menteri keuangan. Pengenaan tarif BMAD bervariasi tergantung seberapa murah tingkat harga yang dilakukan masing-masing perusahaan tersebut. Dumping adalah tindakan menjual harga suatu produk ke negara tujuan ekspor, lebih rendah dibandingkan di dalam negerinya.

Beberapa usulan KADI, antara lain pengenaan BMAD hingga 56,51% atau tarif tertinggi terhadap perusahaan asal India karena tidak kooperatif. Sementara perusahaan asal China dan Taiwan karena kooperatif ada yang dikenai 0%. Perincian tarif BMAD 0%-42,58% untuk perusahaan asal China, seperti China Angang Steel Co Ltd dan , Baoshan & Steel Co Ltd.

Perusahaan asal India seperti Essar Steel Ltd dan JSW Steel antara 12,95%-56,51%.  Perusahaan asal Rusia seperti  Magnitogorsk Iron and Steel Works 5,58%-49,47%. Perusahaan Taiwan seperti China Steel Corporation dan Chung Hung Steel Co Ltd antara 0%37,02%, sedangkan Thailand 7,52% hingga 27,44%, seperti untuk G Steel dan Narkonthai. (muhammad ma'ruf)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 20 Forwarded by Fmans

 

 Dilihat : 3186 kali