07 Maret 2008
Hindari Praktik Dumping

Impor Baja Empat Negara Dikenakan Bea Masuk Guna melindungi industri baja dalam negeri, pemerintah akhirnya menerapkan bea masuk anti dumping (BMAD) untuk baja.

PENERAPAN ini diputuskan lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, kemarin. "Untuk yang baja sudah keluar bentuknya PMK, tapi baru baja, sudah dilaksanakan dari beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Menurut Anwar, jika ada yang melanggar maka perusahaannya yang akan dikenai sanksi dan bukan negaranya. "Kalau mengenai sanksi bukan ke negara eksportirnya tapi lebih ke perusahaannya yang akan kita usut," cetus Anwar.

Sebelumnya Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memutuskan baja asal lima negara yakni China, Rusia, Thailand, Taiwan dan India terbukti dumping pada 19 Desember 2007.

Penerapan bea masuk anti dumping untuk baja canai panas atau hot rolled coil (HRC) asal China, Rusia, Thailand, Taiwan dan India selama 5 tahun masih menunggu Keputusan Menteri Keuangan sebagai dasar hukumnya. "Rekomendasi KADI sudah diterima Menteri Perdagangan, dan kemarin Menteri Perdagangan sudah melayangkan surat ke Menteri Keuangan agar putusan KADI ini segera dibuat dasar hukumnya dengan Keputusan Menteri Keuangan tentang BMAD HRC," ungkap Ketua KADI Halida Miljani.

Menurut Halida banyak perusahaan yang diselidiki tidak memperlihatkan upaya kooperatif. Untuk itu data yang digunakan adalah data dari pemohon yakni Krakatau Steel. Bahkan KADI tak segan-segan memberikan bea masuk anti dumping dengan kisaran terbesar karena tidak operatif. Perusahaan India yang dinilai tidak kooperatif bahkan dikenai BMAD hingga 56,51 persen. Sedangkan perusahaan asal China dan Taiwan karena kooperatif ada yang dikenai 0 persen.
DMS

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 13  Forwarded  by Fmans  

 Dilihat : 3551 kali