06 Maret 2008
Depperin keluarkan revisi SNI Wajib baja

PALU: Departemen Perindustrian menerbitkan revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib untuk baja tulangan beton dan seng baja (BjLS) guna menekan peredaran produk nonstandar.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 6/2008 tentang BTB dan No. 7/2008 tentang pemberlakuan SNI Wajib BjLS, yang ditandatangani Menperin Fahmi Idris pada 13 Februari 2008.

Dengan dikeluarkannya peraturan baru tersebut, SNI Wajib baja tulangan beton (BTB) dan BjLS dalam SK Menperin No. 256/1979, No. 131/1980, dan No. 287/1980 resmi dicabut.

Dalam keterangan yang dikirimkan melalui email kepada Bisnis, pemerintah juga menderegulasi SK Menperin Nomor 68/1997 tentang penetapan dan penerapan secara wajib SNI BjLS (SNI 07-20531995) sehingga dinyatakan tidak berlaku.

Dalam Permenperin 6/2008, SNI wajib dan revisinya akan diberlakukan pada tiga jenis BTB yang meliputi BTB SNI 072052-2002, BTB Hasil Canai Ulang (mailing) SNI 07-00652002 dan BTB dalam bentuk Gulungan SNI 07-0954-2005.

Ketiga jenis baja tersebut merupakan baja dalam bentuk batangan atau gulungan berpenampang bundar, yang digunakan untuk penulangan beton dan diproduksi dari bahan baku billet untuk proses canai panas atau bahan baku baja bekas untuk proses canai panas.

Permenperin No. 7/2008, SNI Wajib dan revisinya akan diberlakukan pada seng baja SNI 07-2053-2006. Baja ini merupakan baja lembaran atau gulungan hasil canai panas atau dingin yang dilapisi logam seng dengan proses celup panas.

Tanda SNI BTB dan seng baja akan dibubuhkan pada setiap produk dengan tanda yang tidak mudah hilang. Pelabelan SNI dibubuhkan pada setiap batang baja, ujung-ujung penampang dan kemasannya.

Lindungi industri Menperin Fahmi Idris mengatakan penerbitan SK yang baru tersebut bertujuan melindungi industri hilir baja di dalam negeri yang saat ini berpotensi mengalami injuries. "Ketetapan pemerintah ini berdasarkan seluruh pertimbangan dari kondisi yang sesungguhnya," kata Menperin di Palu, kemarin.

Direktur Industri Logam Depperjn I Putu Suryawirawan mengatakan terbitnya Pemenperin tersebut bertujuan mempersempit peluang adanya produk baja tulangan be ton dan BjLS nonstandar (besi beton banci).

"Sejak 1984 standar yang dimaksud belum pernah diadakan revisi. Setelah aturan ini dikeluarkan, nanti tidak ada lagi istilah besi beton banci. Peraturan ini akan efektif berlaku 6 bulan kemudian [Agustus]," kata I Putu Suryawirawan, saat dihubungi Bisnis.

Dia menjelaskan proses penyusunan standar tersebut dilakukan sejak 2003 dan telah disesuaikan dengan ketentuan internasional. SNI Wajib tersebut telah memperoleh notifikasi dari WTO seperti revisi SNI BTB gulungan yang mengacu pada standar internasional JIS G 3112-1991 (steel bars for concrete reinforcement).

Sumber: Bisnis Indonesia, Page : T1 

 Dilihat : 3805 kali