06 Maret 2008
Bea Masuk Plat Timah dan Kawat Akan Naik

JAKARTA. Produsen plat timah, paku, dan kawat nasional boleh gembira. Usulan mereka agar pemerintah melakukan harmonisasi tarif bea masuk impor paku dan kawat mulai berbuah. Saat ini Departemen Perindustrian (Depperin) resmi mengusulkan ke Tim Tarif Departemen Keuangan agar tarif bea masuk ketiga produk itu naik.

Untuk plat timah, usulan kenaikannya dari 12,5% menjadi 20%. Sedang produk paku dan kawat naik dari 7,5% menjadi 15%. "Kami menyampaikan usulan itu untuk menindaklanjuti keinginan Ippaki (Ikatan Pabrik Paku Kawat Indonesia)," kata Direktur Industri Logam Depperin, I Putu Suryawirawan, Rabu (5/3) kemarin.

Putu bilang, saat ini Tim Tarif sedang membahas usulan Depperin tersebut. Kemungkinan besar, dalam waktu dekat keputusannya sudah keluar. "Kini masih terus dibahas," ujarnya.

Selain mempertimbangkan aspirasi Ippaki, Depperin juga melihat sistem tarif di sektor tersebut memang belum harmonis. Tengok saja, bea masuk bahan baku seperti wire rood yang besarnya 10%. Sedangkan produk hilirnya berupa paku dan kawat hanya 7,5%. "Karena belum harmonis, tentunya tak bagus untuk pertumbuhan industri paku dan kawat di dalam negeri," ujar Putu.

Ketua Umum Ippaki, Ario Setiantoro, tentu senang dengan usulan itu. Menurutnya, harmonisasi tarif itu merupakan salah satu instrumen perlindungan pasar domestik yang efektif. "Saya yakin harmonisasi ini efektif," ujar Ario, senang.

Alhasil, industri paku dan kawat nasional akan kembali bergairah. Namun, industri dalam negeri tetap harus melakukan efisiensi. "Nantinya importir pedagang itu, kan, harus bayar bea masuk 15%. Dengan bea masuk itu produk kami bisa bersaing dengan impor," ucap Ario.
Havid Vebri

Sumber: Harian Kontan, Page : 13 

 Dilihat : 3153 kali