06 Maret 2008
Produk Baja

Nonstandar Dilarang JAKARTA (Ml): Pemerintah menerbitkan revisi standar nasional Indonesia (SNI) wajib untuk baja hilangan beton (BTB) dan baja lembaran seng (BjLS). Produsen lokal maupun asing diberi waktu enam bulan untuk menyesuaikan produksinya sesuai SNI itu. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 6 dan 7 Tahun 2008 tentang Pemberlakuan SNI wajib BTB dan BjLS, yang ditandatangani Menperin Fahmi Idris tertanggal 13 Februari 2008.

Selain itu, pemerintah juga mencabut Keputusan Menperin Nomor 68 Tahun 1997 tentang Penetapan dan Penerapan Secara Wajib SNI BjLS (SNI 07-2053-1995) dan dinyatakan tidak berlaku.

Terbitnya Permenperin itu bertujuan mempersempit peluang produk baja tulangan beton dan BjLS nonstandar yang dikenal dengan istilah besi beton banci.

"Sebab, sejak 1984 standar yang dimaksud belum pernah direvisi. Selama ini banyak yang mengatakan besi beton banci, nanti tidak ada lagi setelah aturan ini dikeluarkan.Tetapi aturan ini berlaku enam bulan kemudian," kata Direktur Industri Logam Direktorat Jenderal ILMTA Depperin     I Putu Suryawirawan, usai sosialisasi SNI wajib itu, di gedung Depperin, Jakarta, kemarin.

Direncanakan, pemberlakuan SNI wajib akan dilaksanakan paling lambat Agustus 2008 berlaku untuk produsen lokal maupun asing. Pemerintah, kata Putu, melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Departemen Perdagangan akan melakukan pengawasan terhadap produk-produk BTB dan BjLS yang beredar di pasar. Sementara itu Departemen Perindustrian akan menyusun petunjuk teknis pengawasan di lapangan, memperbaiki infrastruktur produksi, dan menghabiskan stok BTB dan BjLS yang masih ada di pasar atau pabrik. (Zhi/E-1)

Sumber: Media Indonesia, Page : 13

 Dilihat : 3602 kali