29 Februari 2008
Gagal Bertani Pepaya Malah Juragani Pabrik Baja

Setelah Dua Mantan Pendekar KPK Jadi Komisaris Utama BUMN. Dua mantan pimpinan KPK jadi komisaris utama BUMN setelah lengser. Salah satunya Taufiequrachman Ruki yang menjadi komisaris utama PT Krakatau Steel.Bagaimana mantan ketua KPK itu menangani pabrik baja?

MENGEPIT tas kerja dan berbicara lewat telepon genggam, Taufiequrachman Ruki tampak berjalan tergesa-gesa menuju ruang kantornya, lantai VIII Wisma Baja, Kuningan.

"Saya nyetir sendiri sekarang. Sopir saya ditinggal di KPK, ajudan saya, Pak Nurdin, sudah .meninggal," ujar Ruki lantas mempersilakan Indo Pos masuk kantornya, Rabu (27/2).

Tak ada yang istimewa di ruang komisaris utama (Komut) PT Krakatau Steel berukuran sedang itu. Sebuah lukisan kaligrafi tergantung di dinding. Di meja pajangan, mantan perwira tinggi polisi itu menempatkan beberapa penghargaan yang pernah diterimanya. Di samping meja kerja, targolek clipboardyang digambari diagram dengan spidol hitam.

Lepas dari jabatan puncak lembaga superbody pemberantasan korupsi, pria kelahiran Rangkasbitung, Banten, 62 tahun lalu itu tak benar-benar pensiun. Dia didaulat jadi Komut perusahaan pelat merah yang termasuk 10 BUMN strategis. "Awalnya saya nggak ngerti, bener. Tanya kiri kanan, belajar dari laporan mereka," ujarnya soal tugas baru yang diembannya.

Padahal, sebelumnya Ruki mengungkapkan, selepas pensiun dirinya ingin bertani pepaya, kacang, dan jagung di tanahnya di Banten. "Lama-lama di sini gue bukan pensiun," ujarnya lantas tertawa.

Kedudukan barunya sempat menimbulkan kontroversi. Beberapa orang, termasuk di internal Krakatau Steel, yang menuding itu sebagai kompensasi yang diberikan pihak-pihak tertentu yang 'lolos' dari penanganan KPK. Namun, Ruki menepis anggapan itu. "Namanya juga orang, ada yang sinis," ujarnya. ,. Baginya, Krakatau Steel adalah pengabdian babak baru. "Kalau saya mau cari kerja, saya nggak usah di sini. Mungkin hasilnya lebih banyak," tambahnya.

Selain itu, pabrik yang terletak di Banten, kampung halaman Ruki, jadi faktor pendorong dia mau menerima tawaran yang diajukan salah seorang petinggi empat bulan sebelum dia pensiun dari KPK. Bapak dua anak itu ingin memanfaatkan Krakatau Steel untuk kemakmuran masyarakat Banten, tentu tanpa menggerogoti duit perusahaan m "Kan banyak cara yang bisa dilakukan," katanya.

Meski berstatus BUMN strategis, Krakatau Steel tak bisa dikatakan sebagai perusahaan sehat. Perusahaan itu malah lebih sering rugi ketimbang untung. Pada 2006, perusahaan itu masih rugi Rp 193,89 miliar. Karena itu, hadirnya Ruki di PT yang membawahi 10 anak perusahaan tersebut tak bisa dikatakan mendapat kursi empuk. Dia justru ditantang untuk melakukan pembenahan.

Ruki sebelumnya memang tak pernah berhubungan dengan bisnis. Purnawirawan jenderal bintang dua polisi itu dulu pernah menjadi staf Menko Polkam. Dunia politik pun sempat dia cicipi dengan menjadi anggota DPR/MPR Fraksi TNI/Polri. Lulusan terbaik Akpol 1971 itu mengungkapkan, dia punya dua visi yakni membenahi efisiensi dan sikap (attitude).

Dua hal itu, tambahnya, menjadi persoalan di semua BUMN. "Ternyata betul, menangani pabrik baja yang padat teknologi, yang perlu banyak uang, ternyata persoalannya pada sikap-sikap dasar manusia untuk bersifat efisien dan punya integritas," ujarnya.

Soal bisnis Krakatau Steel, mantan Kapolwil Malang itu punya nasihat. Kata dia, dunia bisnis membutuhkan, market and marketing. "Jangan memproduksi barang apa pun, dalam konteks bisnis, kalau tidak berpeluang menjual," ujarnya.

Langkah seperti itu juga dia terapkan di Krakatau Steel, termasuk ketika perusahaan itu ikut memproduksi tabung gas tiga kiloan. Soal marketing juga yang membuatnya urung bertani pepaya. "Mau pasarkan di mana?" ujarnya lantas tersenyum.

Satu setengah bulan menjabat Komut Krakatau Steel Ruki baru tahu ketersediaan energi bahan baku jadi unsur penting. Investasi bahan baku, ujarnya, perlu dirintis perusahaan baja sekalipun. "Kita harus masuk di hulu untuk meyakini sustainabillity supply dari raw material. Kalau perlu investasi di Brazil dan Australia," tambahnya.

Banyak perbaikan yang harus dilakukan PT Krakatau. Apalagi, Menteri BUMN Sofyan Djalil berencana menjual maksimal 40 persen saham PT Krakatau melalui initial public offering (IPO). Privatisasi tersebut awalnya direncanakan pada 2007. Tapi, karena selalu merugi proyeksi, target itu diubah pada 2009. Mengapa privatisasi? Hal itu bertujuan meningkatkan kapasitas produksi yang saat ini mencapai 2,2 juta ton jadi 2,5 juta ton sesuai kapasitas yang dimiliki.

Menarik publik untuk berinvestasi di sektor baja menjadi tantangart tersendiri. "Seperti halnya Anda mau pengantinan. Paling tidak saya akan suruh Anda merawat diri," tambahnya, lantas menyebutkan efisiensi dan perilaku manusia sebagai hal utama yang butuh perbaikan.

Selain soal produksi, Krakatau Steel tak boleh jadi mesin uang kepentingan politik tertentu. "Saya peringatkan, jangan terseret oleh politik. Kalau tahu politik, harus," ujarnya.

Tetap bekerja di usia pensiun bagi Ruki tak masalah. Sebab, dia berprinsip hidup harus seimbang JHPaling tidak sehari dalam seminggu untuk keluarga. Hobi golf? "Golf lebih sering, jam 6 pagi saya golf di Senayan atau Pondok Indah. Jam 9 sudah sampai kantor," ujarnya.

Seperti Ruki, salah seorang mantan pimpinan KPK yang lain, Erry Riyana Hardjapamekas didaulat menjadi komisaris utama Bank BNI. Berbeda dengan Ruki, mantan Dirut PT Timah itu mengaku belum mau menceritakan pengalamannya memimpin bank pelat merah itu. "Saya masih masa idah. Nanti kalau sudah 100 hari, mungkin April," ujar pria kelahiran Bandung, Jawa Barat itu.

Sumber : Indo Pos, Page : 1

 Dilihat : 3736 kali