07 September 2007
BHP Biliton Investasi Batubara di Kalteng US$ 66 Juta

JAKARTA-BHP Biliton, melalui anak perusahaannya, PT Lahai Coal (PT LC), akan berinvestasi US$ 66 juta atau Rp 631,8 miliar, untuk biaya konstruksi mempersiapkan sarana dan fasilitas produksi batubara di Blok Haju, Desa Muara Tuhup, Sunagi Barito, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Presiden Direktur PT LC Indra Diannanjaya mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan tahapan konstruksi di awal semester I 2008. "Konstruksi diperkirakan akan memakan waktu 1 tahun, terhitung mulai konstruksi awal 2008 dan selesai 2009," ujar Indra di sela Silaturahmi BHP Billiton di Jakarta, Kamis (6/9).

Menurut dia, blok tersebut akan mulai memproduksi batubara jenis kokas (coking coal) sebanyak 1-2 juta ton/tahun, pada akhir 2009. PT LC memperkirakan, cadangan batubara di Blok Haju empat juta ton, terdiri atas barubara jenis kokas 70% dan thermal 30%.

Indra memperkirakan kegiatan produksi akan berlangsung 1-4 tahun, dengan cadangan sebesar itu. Namun, dia optimistis, kegiatan produksinya cukup ekonomis dan menguntungkan. Saat ini harga batubara jenis kokas berdasarkan Indonesia Coal Index bisa mencapai US$ 100/ton, atau 70-80 % di atas harga batubara thermal US$ 60-65/ton.

PT LC setidaknya bisa mengantungi pendapatan kotor sekitar US$ 352-358 juta, dengan asumsi harga batubara tersebut. Dengan asumsi Blok Haju mempunyai cadangan batubara empat juta ton dan 70% atau 2,8 juta ton merupakan batubara kokas, PT LC berpotensi memperoleh pendapatan kotor US$ 280 juta. PT LC juga berpotensi memperoleh tambahan pendapatan kotor US$ 72-78 juta dari produksi batubara thermal di blok itu, dengan asumsi cadangan batubara thermalnya 30% atau 1,2 juta ton.

Indra menjelaskan, batubara jenis kokas merupakan hal baru di Indonesia, sehingga pasarnya juga harus dipastikan sudah ada. Batubara kokas yang diproduksi PT LC nantinya masuk dalam kategori batubara yang memiliki kualitas kurang baik (semi soft coking coal).

PT LC akan mengekspor batubara kokas ke negara-negara yang memiliki industri baja, seperti Jepang, Korea, India, dan Amerika Latin. Batubara kokas penggunaannya selama ini sangat spesifik, karena hanya bisa dipakai untuk bahan bakar sumber energi industri baja. Batubara jenis itu kurang efisien jika digunakan untukbahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), karena biaya yang dikeluarkan sangat mahal.

(Sumber: Investor Daily Indonesia - 07 September 2007)

 Dilihat : 4381 kali