26 Februari 2008
Wapres: Indonesia Kini Jadi Primadona

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Presiden HM Jusuf Kalla mengatakan, dalam setiap hubungan bilateral dengan berbagai negara di dunia, Indonesia saat ini tidak lagi menempatkan diri sebagai negara yang i meminta bantuan. Justru sebaliknya, Indonesia menjadi primadona.

"Sekarang dunia sudah terbalik dengan Indonesia. Sekarang, orang (negara lain) lebih mengharapkan hubungan yang . lebih baik dari kita daripada kita ke negara lain. Indonesia selalu jadi primadona sekarang. Tetapi kita juga ingin selalu jadi perhatian dalam hal investasi," kata Wapres M Jusuf Kalla dalam keterangan pers usai menghadiri pelantikan Presiden Korsel Lee Myungbak di Seoul, Korea Selatan, Senin (25/2).

Saat berkunjung ke Jepang tahun lalu, kata Wapres memberi contoh, justru Jepang yang minta Indonesia supaya lebih banyak mengekspor gasnya ke Jepang.

Menurut Wapres, era Indonesia selalu meminta-minta bantuan dan dukungan jika berhubungan dengan negara-negara lain di dunia, sudah berakhir.

Wapres menjelaskan, dulu, dalam diplomasi internasional Indonesia selalu di posisi meminta bantuan. Namun, sekarang, dengan kekayaan sumber daya alam, khususnya energi, posisi Indonesia sudah terbalik.

"Sekarang, setiap berhubungan dengan negara lain, kita tak perlu meminta sesuatu; kita hanya perlu menjelaskan sesuatu," ujarnya.
Wapres menambahkan, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam, seperti tambang batu bara, bahan baku untuk in

dustri baja dan sebagainya. Indonesia menawarkan bahan baku industri baja, tetapi untuk itu Korsel harus membangun industri bajanya di Indonesia.

Wapres juga selalu melontarkan perubahan mendasar dalam menjalankan diplomasi luar negeri. Jika dulu menggunakan prinsip energy follotu industry, sekarang prinsipnya terbalik, industry follow energy.

Kehadiran Wapres M Jusuf Kalla di Korsel, selain untuk menghadiri pelantikan Presiden Lee Myungbak, juga digunakan untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. Wapres secara maraton melakukan pertemuan dengan para pengusaha Korsel.

"Indonesia selalu ingin menjalin hubungan diplomasi yang baik dengan negara-negara Asia Timur dan dibarengi dengan hubungan ekonomi. Karena hubungan diplomasi tanpa dibarengi hubungan ekonomi tidak akan memberi dampak yang besar," kata Wapres.

Secara khusus, Wapres menawarkan investasi di bidang industri baja kepada pengusaha Korsel. Menurut Wapres, saat ini sudah ada pembicaraan serius antara sebuah perusahaan Korsel dengan PT Krakatau Steel untuk membangun industri baja di Indonesia.
"Mereka (negara-negara lain) sekarang memandang kita bukan lagi sebagai negara yang meminta-minta," kata Wapres.

Dalam keterangan pers yang berlangsung di Hotel Lotte Seoul itu, Wapres M Jusuf kalla didampingi Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Dubes RI untuk Korsel Jacob Tobing.

Setelah melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari, dari 24 hingga 26 Februari 2008, Wapres, dan rombongan Selasa ini akan terbang ke Osaka, Jepang.

Selain ke Osaka, Wapres dan rombongan juga akan melanjutkan kunjungan ke Nagoya dan berakhir di Tokyo pada 29 Februari 2008.
|Antara/Victor AS)

Sumber : Suara Karya, Page : 1 

 Dilihat : 2978 kali