26 Februari 2008
Produksi Komponen Sebaiknya Diserahkan ke Pemain Lain Menteri Fahmi Sentil Industri Otomotif Besar

Pabrikan Tanah Air yang memproduksi komponen otomotif "disenti!" Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris. Mereka diminta "bagi-bagi tugas" dalam pengadaan komponen otomotif sehingga industri komponen bisa tumbuh subur.

MENPERIN Fahmi Idris mengatakan, perusahaan otomotif besar yang beroperasi di Indonesia harus memberikan kesempatan kepada industri komponen lokal agar berkembang. Antara lain dengan berbagai dalam memproduksi komponen, sehingga bisa memperkuat struktur industri guna menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi otomotif.

"Konsep kita, Indonesia harus jadi basis produksi. Makanya, perusaha'an otomotif besar harus menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi untuk konsumsi dalam negeri dan ekspor," ujar Fahmi Idris di Jakarta, baru-baru ini.
Ia mengatakan, dengan adanya fasilitas pelabuhan khusus kendaraan, kesempatan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif semakin terbuka. Dengan demikian kebutuhan komponen akan besar dan membuka peluang tumbuhnya industri komponen. "Kamu (perusahaan otomotif) jangan bikin sendiri dong semuanya, kamu lepas pada pemain di bidang itu," ujar Fahmi.

Saat ini, menurut dia, jumlah pemain komponen otomotif terus meningkat dan industri penunjang lainnya harus dilibatkan, seperti PT Krakatau Steel (KS). Menperin telah minta KS melengkapi sarana produksinya agar mampu memasok kebutuhan otomotif seperti baja untuk badan mobil. Sementara itu, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Depperin, Budi Darmadi mengatakan, Indonesia memang belum mampu untuk menghasilkan badan luar dari kendaraan karena belum memiliki teknologinya. "Kita belum miliki teknologi untuk hasilkan badan kendaraan yang halus dan ketebalan yang sesuai," katanya. Saat ini, dia mengatakan, ada sekitar 240 industri komponen yang beroperasi di Indonesia.
YOG

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 18 

 

 Dilihat : 2913 kali