23 Februari 2008
Sofyan Djalil: BUMN Sudah Bisa Memulai Proses Persiapan IPO

JAKARTA. Tak lama lagi lantai bursa akan kebanjiran emitenemiten anyar yang saat ini masih berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah telah memutuskan akan melego sebagian perusahaan pelat merah yang masuk daftar privatisasi tahun ini melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) kemarin 22/2.

Sofyan Djalil, Menteri Negara BUMN juga telah memberikan lampu hijau kepada manajemen perusahaan perusahaan BUMN itu untuk memulai proses persiapan IPO mereka. "Kami sudah meminta mereka untuk mempersiapkan," katanya di Jakarta, kemarin (22/2). Salah satu bentuk persiapan IPO adalah memilih penjamin emisi IPO (underwriter).Sofyan mengaku sudah memanggil beberapa perusahaan pelat merah yang akan masuk bursa saham tahun ini. Sayang, dia tidak menyebut secara spesifik jumlah BUMN yang telah mulai mempersiapkan IPO-nya, namun, dalam pertemuan yang berlangsung kemarin, beberapa BUMN mengaku sudah melakukan persiapan internal.

Yang jelas, Sofyan meminta agar BUMN yang akan menggelar IPO tahun ini menyiapkan hajatan itu dengan lebih cepat. Dengan cara itu, Sofyan berharap, pengalaman divestasi BUMN tahun lalu tidak terulang. Saat itu, pemerintah hanya memperoleh izin divestasi dari DPR untuk tiga BUMN, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Jasa Marga Tbk. Padahal, pemerintah menginginkan banyak BUMN yang masuk bursa.

Selain itu, tahun lalu, izin divestasi tersebut juga baru keluar pada kuartal kedua 2007. Alhasil, divestasi BUMN yang pertama tahun lalu, yaitu divestasi saham PT Bank BNI Tbk, baru bisa terlaksana pada pertengahan Agustus 2007. Nah, kebetulan, divestasi tersebut berlangsung persis ketika pasar keuangan tengah bergejolak. Akibatnya, hasil yang diperoleh pemerintah tak maksimal.
Berdasarkan pengalaman itulah, tahun ini, pemerintah menginginkan proses persiapan IPO beberapa BUMN berlangsung lebih awal. Tapi, jangan salah. Ini bukan karena pemerintah khawatir tidak bisa memenuhi target setoran privatisasi BUMN ke anggaran tahun ini yang mencapai Rp 1,5 triliun. "Nilai itu relatif kecil dibandingkan potensi privatisasi untuk pemberdayaan BUMN," katanya.

Berdasarkan daftar privatisasi BUMN yang sudah disetujui Komite Privatisasi, ada 12 perusahaan yang akan masuk bursa tahun ini. Mereka adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Krakatau Steel, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII. Ada pula PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo), PT Semen Baturaja, PT Waskita Karya, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, PT Rekayasa Industri, dan PT Pembangunan Perumahan.Tapi, mungkin, pemerintah juga akan menjual sebagian saham BUMN itu kepada investor strategis. Ada empat BUMN yang memiliki opsi itu.
Andri Setyawan, Yura S.

Sumber : Harian Kontan, Page : 5 

 Dilihat : 3878 kali