20 Februari 2008
KADI Beberkan Praktik Dumping Indikatornya, ada perbedaan harga mencolok produk di pasar dalam negeri dengan luar negeri.

Jakarta | Jurnal Nasional KOMITE Anti-Dumping Indonesia (KADI) telah menyelesaikan penyelidikan dugaan praktik dumping produk baja lembaran panas (Hot Rolled Coil/HRC) asal RRC, India, Rusia, Taiwan, dan Thailand. Status penyelidikan menunggu keputusan Departemen Keuangan.

Sekretaris Eksekutif KADI, Penta Riris Nasution, mengatakan hasil penyelidikan terhadap produk HRC telah disampaikan kepada Menteri Perdagangan. "Mendag sudah menyampaikan kepada Depkeu dan menunggu diputuskan hasilnya," katanya kepada Jurnal Nasional, Selasa (19/2).
Hasil penyelidikan itu disampaikan pada akhir 2007, setelah proses penyelidikan berjalan 18 bulan sejak 28 Juni 2006. Mengacu pada agremeent on implementation of article VI of GATT 1994, penyelidikan terhadap dugaan dumping maksimal 18 bulan.

Produsen yang mengajukan adanya dugaan praktik dumping produk HRC yakni, PT Krakatau Steel. KADI masih menyisakan satu produk yang tengah diselidiki yakni,bahan baku pembuat deterjen, Sodium Tripolyphospate Tech (STPP) asal RRC. Bahan kimia jenis ini diinisiasi 29 Juni 2007.
Dia mengatakan produsen yang mengajukan tuduhan adanya dugaan praktik dumping adalah PT Petro Central. Penyelidikan dilakukan berda
sarkan bukti-bukti yang ada.
Mengacu pada berkas yang diajukan, KADI akan menyelidiki sejauh mana kerugian yang diderita produsen dalam negeri terkait masuknya produk tersebut. Indikator terjadinya praktik dumping yakni, harga jual produk perdagangan di dalam negeri berbeda dengan harga jual produk sejenis di pasar luar negeri.

Penyelidikan dugaan dumping, katanya, dilakukan tim khusus KADI mengacu pada bukti temuan. Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) dikenakan sesuai dengan jumlah dari harga jual produk yang di ekspor produsen luar*negeri ke mdonesia.
Menurut dia, penerapan BMAD dikenakan kepada produsen luar negeri guna menciptakan perdagangan yang fair (fair trade) berdasarkan pengaduan atau inisiatif KADI.
Luther Kembaren

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 9 

 Dilihat : 3378 kali