20 Februari 2008
Permintaan Baja Capai 10 Juta Ton

Jakarta | jurnal Nasional DEPARTEMEN Perindustrian (Depperin) memproyeksikan permintaan baja di dalam negeri mencapai sekitar 10 juta ton pada 2013, seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur. "Dalam enam tahun ke depan (dari 2007) kebutuhan baja nasional akan mendekati 10 juta ton," kata Menteri perindustrian Fahmi Idris di Jakarta, Selasa (19/2), seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, pada 2007 permintaan baja nasional mencapai enam juta ton per tahun. Padahal, kemampuan produksi baja nasional hanya 4,5-5 juta ton per tahun. Karena itu, mengantisipasi permintaan baja yang terus meningkat, pemerintah mendorong investasi industri baja dalam negeri, terutama di daerah penghasil bahan baku baja seperti Kalimantan.

Saat ini, pemerintah telah mendorong BUMN baja nasional, PT Krakatau Steel membangun pabrik baja hulu di Kalimantan Selatan, yang memiliki sumber salah satu bahan baku baja yaitu bijih besi.

Untuk mendorong masuknya investasi di industri baja, pemerintah cq Depperin memasukkan industri baja yang menggunakan bahan baku lokal mendapat insentif fiskal sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2007. Depperin telah mengundang investor asing seperti produsen baja dari India dan China untuk bermitra dengan perusahaan baja di dalam negeri, mengembangkan baja berbahan baku lokal. "Saat ini (produsen baja) India telah masuk ke Kalimantan Tengah," ucap Fahmi.

Dia berharap, masuknya investasi baru dan penambahan kapasitas produksi baja baik dari hulu dan hilir, kebutuhan baja nasional pada 2013 bisa terpenuhi dari dalam negeri.

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 4 

 Dilihat : 3032 kali