18 Februari 2008
DEPERIN SAKSIKAN PENGIKATAN KERJASAMA KS DAN ASITAB

Untuk menjamin kepastian supply atau pasokan bahan baku baja bagi produksi kompor gas LPG satu mata tungku dalam rangka program pengalihan penggunaan minyak tanah menjadi LPG untuk keluarga miskin, Departemen Perindustrian menyaksikan diikatnya kesepakatan bersama antara PT Krakatau Steel (KS) sebagai penyedia pasok bahan baku baja CRC jenis SG925 dengan Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) yang disaksikan juga oleh pihak Pertamina sebagai pelaksana program ini.

Menurut keterangan Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Deperin Ansari Bukhari di Jakarta, kemarin, pengikatan kerjasama ini bertujuan supaya antara produsen dengan penyedia bahan baku ada kepastian supply dan ada kepastian order. "Dengan pengikatan ini, tidak ada pihak yang saling menyalahkan.

Kesepakatan ini berlaku untuk pengadaan 8 juta unit tabung selama semester I tahun 2008, dan pengiriman akan berlangsung sampai bulan Juni tahun ini, dengan kesepakatan harga CRC Rp8.200 per kg sebelum pajak.

Rata-rata kebutuhannya sekitar 6 kg CRC per tabung. Jadi untuk pengadaan 8 juta unit tabung X 6 kg = 48 juta kilogram atau setara dengan 48 ribu ton. Bahan baku dipasok seluruhnya dari KS, sehingga untuk pengadaan 8 juta unit tabung ini diupayakan dipasok dari dalam negeri," jelasnya.

Untuk itu lanjut Ansari, sesuai Permenperin No. 04/M-IND/ PER/2/2008 (BNNo.7626, hai UB) tanggal 6 Februari 2008, ditetapkan harga resmi tabung baja LPG tiga kg dan kompor gas bahan bakar LPG satu tungku beserta asesorisnya untuk masing-masing produk sebelum PPN sebagai berikut:

tabung baja LPG 3 kg dan valve (katub tabung baja LPG) satu tungku adalah Rp104.000 dengan rincian harga tabung Rp87.960,00 dan valve Rp16.040,00 kompor gas berbahan bakar LPG satu tungku beserta asesorisnya adalah Rp94.545,00 Dinyatakan jaga harga resmi sebagaimana dimaksud dalam peraturan dimaksud dievaluasi setiap enam bulan, sesuai dengan perubahan harga baja bahan baku utama tabung baja LPG tiga kg.

Sebagai bahan baku utama tabung baja LPG 3 kg, sejak bulan Januari 2008, harga baja meningkat lebih dari 10 persen dari harga yang berlaku selama ini, sehingga biaya produksi tabung baja LPG juga meningkat. Ansari juga menambahkan, apabila nantinya harga baja turun, maka kesepakatan ini bisa ditinjau kembali.

Dalam kesempatan tersebut, GM Krakatau Steel (KS), Marsidon Simanungkalit mengemukakan, sebelum diminta partisipasinya dalam program ini, PT KS sudah terikat kontrak dengan para pelanggan tetap. Kendati demikian, perusahaan juga sudah mencadangkan alokasi untuk pemenuhan kebutuhan pasar lokal 95 ribu ton per bulan, dan perlu juga disiapkan cadangan (buffer stock) sekitar 10 s.d 15 ribu ton baja, agar produksi tetap berjalan secara kontinu.

Karena itu, meski mengaku sulit untuk melaksanakan program ini sambil tidak berupaya mengurangi alokasi pasokan kepada pembeli tetapnya, KS meminta kepada pembeli atau pengguna jasanya di dalam negeri, untuk menyusun jadual pengiriman pasokan bahan baku kompor, termasuk kebutuhan per bulan, sehingga hal tersebut bisa dijadikan acuan bagi perusahaan. Penyediaan data secara detail tersebut penting bagi kelangsungan kontrak yang ditandatangani kedua belah pihak, dan sifatnya akan lebih mengikat.

Sementara itu GM Pertamina, Muller mengemukakan, sebagai pelaksana program, pihaknya akan mengawal program ini secara lebih ketat, sehingga nantinya tidak akan terjadi lagi ketidaksesuaian antara kebutuhan pasokan baja dengan produksi kompor gas satu tungku.
[ Mi ]

Sumber : Business News, Page : 14 

 

 Dilihat : 3985 kali