16 Februari 2008
Keputusan penyesuaian BM baja ditetapkan akhir Februari

JAKARTA: Penyesuaian tarif bea masuk (BM) baru dan penetapan BM antidumping (BMAD) baja akan ditetapkan pada akhir Februari. Usulan tersebut segera disampaikan Tim Tarif kepada Menteri Keuangan dalam rapat pleno pada minggu ini.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan sampai hari ini [kemarin] Tim Tarif sedang menyelesaikan seluruh kajian termasuk penetapan BMAD baja untuk menjadi sebuah keputusan final oleh Menkeu.
Seperti diketahui, penetapan BMAD baja oleh Komite Antidumping Indonesia (KADI) pada 19 Desember 2007 telah disetujui oleh Menteri Perdagangan. Selanjutnya, Tim Tarif mulai mempertajam analisis KADI untuk mendapatkan keputusan akhir sehingga disetujui Menkeu.

Selain penetapan BMAD baja, beberapa agenda yang akan dipercepat Tim Tarif pada akhir Februari adalah penyelesaian BM 0% baja canai panas (hot rolled coiis/HRC) berketebalan di bawah 2 mm yang tertuang dalam ketetapan Peraturan Menteri Keuangan No. 85/PMK.011/2007. Peraturan tersebut telah habis masa berlakunya pada 7 Februari.

Selain itu, lanjut Anggito, usulan penghapusan BM baja canai panas berketebalan di atas 2 mm oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris saat ini masih ditetapkan 5% juga masih diselesaikan Tim tarif Dalam perkembangannya,perpanjangan fasilitas BM 0% baja di bawah 2 mm menimbulkan kontroversi di kalangan produsen baja. PT Krakatau Steel (KS) menolak pemberlakuan kembali PMK tersebut karena diduga telah mendistorsi pasar HRC.
Sementara itu, kalangan produsen baja canai dingin (cold rolled coik/CRC) seperti PT Essar Indonesia mendukung perpanjangan PMK tersebut mengingat industri baja di dalam negeri belum mampu memberikan pasok HRC di bawah 2 mm yang mencukupi untuk membantu proses produksi CRC.Fahmi mengusulkan pengenaan BM baja canai panas di atas 2 mm perlu segera dihapus untuk memperkecil dampak terjadinya distorsi pasar baja di dalam negeri.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : 3 

 

 Dilihat : 2517 kali