16 Februari 2008
Konversi Elpiji Dipercepat

Jakarta | Jurnal Nasional PEMERINTAH berencana mempercepat konversi minyak tanah ke elipiji, dari rencana awal tahun 2010 menjadi 2009. Untuk itu, Pertamina menaikkan target penarikan minyak tanah tahun ini, yang semula sebesar 2 juta kiloliter menjadi 3 juta kiloliter. "Bahkan kalau bisa mencapai 3,5 juta kiloliter," ujar Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini, masih ada sekitar 43 juta Kepala Keluarga (KK) yang akan dikonversi ke elpiji. Jika tahun ini hanya 15 juta KK yang berhasil dikonversi, maka beban konversi yang harus dicapai Pertamina pada tahun 2009 nanti adalah sebesar 27 juta KK.
Untuk mempercepat program konversi tersebut, Pertamina akan melakukan sinergi dengan 4 perusahaan BUMN lainnya, yaitu PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Barata Indonesia, dan PT Boma Bisma Indra untuk memproduksi kelengkapan gas termasuk tabung dalam program konversi energi. Pertamina juga berharap, 4 BUMN tersebut mampu memproduksi selang dan regulator di samping tabung gas.

Rencananya kami akan menandatangani MoU dengan 4 BUMN Konstruksi, Krakatau Steel dan BUMN Perbankan untuk mempercepat konversi ke elpiji," ujar Hanung. Menurut Hanung, Pertamina akan bertindak sebagai off taker, Krakatau Steel sebagai penyedia bahan baku pelat baja dan BUMN Perbankan sebagai penyedia dana.

Melalui kerja sama tersebut, diperkirakan akan tercapai produksi 30 juta tabung. Tahun depan ditargetkan mencapai 50 juta tabung. Sedangkan untuk kebutuhan elpiji, Pertamina memperkirakan akan mengimpor minimal 400 ribu matrik ton, dengan nilai maksimal sebesar 800 ribu matrik ton. Menurut Hanung, jumlah yang akan diimpor tersebut masih bergantung dengan keberhasilan konversi. H Antarini Vellandrie

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 3


 

 Dilihat : 2694 kali