15 Februari 2008
PERTAMINA GANDENG LIMA BUMN PRODUKSI KELENGKAPAN GAS KONVERSI

Jakarta, (Business News) Untuk memproduksi kelengkapan gas, termasuk tabung dalam program konversi energi. Pertamina menggandeng empat BUMN, masing-masing PT Adhi Karya (Persero). PT Wijaya Karya (Persero). PT Barata Indonesia, PT Boma Bisma Indra, PT Krakatau Steel. Deputi Bidang Pemasaran PT Pertamina (Persero) Hanung Budya, mengatakan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2).

Untuk program konversi energi, menurut Hanung tahun ini dibutuhkan minimal 30 juta tabung gas. Dalam kaitan itu, Kementerian Negara BUMN mengusulkan agar ada sinergi antara BUMN untuk mempercepat pengadaan tabung gas tersebut. PT Krakatau Steel dalam hal ini ditunjuk sebagai penyedia bahan baku pelat baja, sedangkan bank BUMN akan ditunjuk sebagai penyedia dananya. Sementara, Pertamina akan bertindak sebagai off taker.

Diharapkan nota kesepakatan kerjasama dengan kelima BUMN tersebut segera bisa ditandatangani. Untuk program konversi energi tahun ini, ditargetkan sebanyak 30 juta tabung bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Di samping memproduksi tabung gas, BUMN-BUMN mitra tersebut juga diharapkan bisa memproduksi selang dan regulator. Program konversi energi ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun atau paling lambat pada akhir tahun 2009. Kalau keempat BUMN tersebut bisa menyediakan tabung gas dalam waktu cepat atau sekitar JuliAgustus tahun ini, maka penyelesaian program tersebut di harapkan bisa lebih cepat terselesaikan.

Pertamina menargetkan bisa mendistribusikan paket perdana gas (kompor, tabung, selang, dan regulator) kepada 15 kota kepala keluarga (KK) pada tahun 2008. Bila sasaran tersebut tercapai, maka ditargetkan negara bisa menghemat 3-3,5 juta kilo liter minyak tanah. Namun, hal itu sangat tergantung pada ketersediaan sarana, yaitu bahan baku pelat baja, termasuk storage, sarana pengisian, dan mobil pengangkut LPG. Untuk itu diperlukan peralatan yang cukup banyak dan harus disediakan dalam waktu singkat. Sedangkan ketersediaan baja dalam negeri tidak banyak "Tanpa pelat baja yang cukup program ini tidak akan bisa berjalan," ujar Hanung. ( Pt)

Sumber : Business News, Page : 14 

 Dilihat : 2592 kali