06 September 2007
Antam dan Krakatau Steel Kelola Bijih Besi Kebutuhan Investasi Mencapai US$ 60-70 juta.

JAKARTA- PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. akan menguasai 30 persen saham di perusahaan patungan dengan PT Krakatau Steel. Perusahaan yang bergerak di sektor pengelolaan'bijih besi di Kalimantan Selatan ini diperkirakan mulai berproduksi pada Maret 2008.

Menurut Direktur Utama Krakatau Steel, Daenulhay, dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani, perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas. "Kami menjadi pemegang saham 60-70 persen," ujarnya kemarin. Menurut dia, perusahaan patungan tersebut diperkirakan membutuhkan dana investasi US$ 60-70 juta. Pada tahap awal, perseroan akan memproses 300 ribu ton bijih besi. Selanjutnya, Daenulhay menambahkan, Krakatau Steel dan Aneka Tambang akan menyerahkan dana investasi sesuai dengan porsi masing-masing kepemilikan saham.

Direktur Utama Antam, Dedy Aditya Soemanegara, mengatakan kepemilikan Krakatau di perusahaan patungan lebih dominan karena dinilai lebih menguasai teknologi. "Aneka Tambang hanya menangani masalah pertambangan dan proses produksi," katanya kemarin.

Saat ini Antam dan Krakatau Steel sedang memproses kerja sama dengan para kuasa pertambangan .yang memiliki hanan baku bijih besi. "Kami masih terus melakukan survei untuk mengumpulkan cadangan bijih besi," kata Dedy. Dedy juga optimistis perusahaan patungan itu nantinya bisa menawarkan harga pembelian bahan baku yang bersaing dengan eksportir. "Sebab, daripada diekspor, lebih baik diolah sendiri," katanya. Untuk jangka panjang, dia menegaskan, perusahaan tak khawatir kekurangan bahan baku. "Pemerintah akan melarang ekspor bijih.besi."

Kepala Riset PT Batavia Properindo Suherman Santikno menilai tepat langkah Aneka Tambang ke bisnis pabrik bijih besi. Sebab, perseroan akan lebih efisien dalam operasionalisasi, terutama kebutuhan bahan baku bijih besi. Selain itu, langkah ini tidak akan mengganggu aliran dana kas. "Perusahaan ini sudah menyediakan dana cash Rp 2,9 triliun untuk melakukan ekspansi usaha," ujarnya. Suherman memperkirakan penjualan Antam akhir 2007 bisa mencapai Rp 9,3 triliun dengan laba bersih Rp 3,3 triliun. Dia merekomendasikan beli pada saham perseroan, berkode ANTM, karena harganya masih murah dengan PER sekitar 6 kali. Harga saham Antam di Bursa Efek Jakarta kemarin ditutup stabil pada level Rp 2.200 per lembar dengan frekuensi 1.667 kali dan nilai transaksi Rp 131,09 miliar.

Sumber : Koran Tempo, 06 September 2007

 Dilihat : 2436 kali